Pekerja Pertamina Ancam Mogok Kerja, Rocky Gerung Singgung Penderitaan Lapisan Bawah

- Kamis, 23 Desember 2021 | 12:34 WIB
Pengamat Politik Rocky Gerung/ foto: istimewa
Pengamat Politik Rocky Gerung/ foto: istimewa

HALUAN PADANG- Pengamat politik, Rocky Gerung menyinggung mengenai beban yang harus ditanggung oleh para karyawan PT Pertamina.

Hal tersebut berkaitan dengan pemotongan gaji yang dilakukan kepada pegawai PT Pertamina, tetapi dalam pemotongan tersebut komisaris dan Direksi mendapatkan upah utuh tanpa dipotong.

Akibatnya, para buruh berencana untuk mengadakan aksi mogok kerja pada 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022.

Dilansir Haluan Padang dari akun youtube pribadi milik Rocky Gerung, adanya pemotongan gaji tersebut membuat Pertamina seolah tidak memiliki empati pada saat pandemi Covid-19 masih melanda di Indonesia dan sangat berdampak pada masyarakat lapisan bawah.

"Kan kita pakai prinsip garis kemiskinan, yang mungkin sekarang masih di angka USD 2. Nah, kalau direksi kehilangan USD 2 itu dia enggak akan turun di bawah garis kemiskinan, tetap di garis kekayaan," kata pengamat politik, Rocky Gerung.

Rocky Gerung mengungkap, kalangan yang rentan untuk jatuh di garis kemiskinan ketika upah mereka dipotong yaitu buruh.

"Buruh rentan sekali itu. Gajinya berkurang sedikit, dia langsung drop menuju ke bawah garis kemiskinan. 'Kan itu hal yang simpel, kasat mata bahwa penderitaan harus dibebankan pada mereka yang di atas karena mereka tidak mungkin bertambah penderitaan," ujar Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky Gerung menilai jika pemotongan gaji terhadap karyawan tidak jauh berbeda dengan pemerasan kepada buruh yang dilakukan oleh petinggi perusahaan tersebut.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X