Limbah Perusahaan Kelapa Sawit Cemari Sungai di Dharmasraya, Monitoring Harus Diperketat

- Jumat, 17 Desember 2021 | 19:14 WIB
ilustrasi pencemaran sungai
ilustrasi pencemaran sungai

HALUAN PADANG – Menanggapi dugaan limbah PT. Kelapa Sawit Indonesia (KSI) mengalami kebocoran hingga mencemari Sungai Jujuhan Dharmasraya, Walhi Sumatera Barat menegaskan perlunya monitoring dan audit terhadap perusahaan serta penghitungan kerugian yang ditimbulkan.

“Berdasarkan pengalaman kajian kita di PT. BSS, Lubuk Basung dan di Pasaman Barat, Intensitas hujan tinggi menyebabkan kolam penampungan limbah rentan mengalami kebocoran,” ujar Kepala Departemen Kajian Walhi Sumbar, Tommy Adam via telepon kepada Haluan Padang, Jumat (17/12).

Menurutnya, monitoring terhadap perusahaan kelapa sawit harus dilakukan, setidaknya pada musim penghujan dilakukan lebih intens. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten dan Provinsi mewenangi hal tersebut.

Baca Juga: Urang Awak Sumbar Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Capres 2024

“Sebelum terbitnya izin perusahaan, urusan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkunga Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKP-UPL) dinaungi DLH,” imbuhnya.

Kemudian, upaya monitoring dan evaluasi menurutnya seharusnya tidak hanya dilakukan ketika sudah timbul masalah lingkungan, namun dilakukan rutin melalui pengecekan secara berkala.

Baca Juga: Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sawit Diduga Jadi Penyebab Banjir di Agam

Lalu Walhi Sumbar menyampaikan pentingnya audit lingkungan pada perusahaan-perusahaan kelapa sawit. “Audit lingungan penting, untuk melihat seberapa patuh pabrik kelapa sawit dalam melakukan rekonstruksi, khususnya di kolam penampungan limbah,” jelasnya.

Baca Juga: Mendagri Murka dan Tegur 4 Kepala Daerah di Sumbar yang Tidak Hadir Rapat Percepatan Vaksinasi

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X