Insiden Penyiraman Air Panas, IBI Sumbar Minta Masyarakat Pahami Tanggung Jawab Tenaga Medis Saat Menjaga

- Kamis, 9 Desember 2021 | 14:49 WIB
Ketua IBI Sumbar, Hasna Wati (ist)
Ketua IBI Sumbar, Hasna Wati (ist)

 

Haluan Padang - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumbar menyanyangkan insiden penyiraman air panas kepada salah seorang bidan di Kota Padang demi menjaga bayi yang baru lahir, Selasa (7/12/2021) silam. Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan bidan tersebut pasca insiden tersebut. 

"Kami sudah komunikasi dengan buk Sri Wahyuni (korban penyiraman-red) dan menanyakan perihal penyiraman air panas tersebut," sebut Ketua IBI Sumbar, Hasna Wati kepada Haluan Padang, Kamis (9/12/2021).

Dari komunikasi tersebut, didapati ternyata pelaku penyiraman masih terikat hubungan kekeluargaan dengan korban.

"Pelaku kakak ipar korban," ucapnya.

Karena masih terikat tali kekeluargaan, IBI awalnya menyarankan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun ternyata korban sudah membuat laporan polisi. 

"PC IBI Kota Padang sempat menyarankan untuk menyelesaikan masalah dengan mediasi, karena bisa jadi masalah kekeluargaan," lanjut Hasna. 

Dilihat dari kronologisnya, IBI mendukung tindakan korban yang meminta pelaku untuk mengecilkan suara speaker di kedainya karena ada bayi yang baru saja lahir. Disini, korban sudah melakukan tindakan yang tepat dan sesuai dengan tanggung jawab tenaga medis untul melindungi kenyamanan pasien. 

Ia memberi perumpamaan dengan fasilitas umum seperti rumah ibadah. 

"Di dekat rumah ibadah, terkadang kita temukan rambu rambu untuk tidak menghidupkan klakson," lanjutnya. 

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X