Terus Bertambah, Jumlah Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Jadi 39 Jiwa

- Kamis, 9 Desember 2021 | 13:37 WIB
Pantauan udara pada lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. (Dok. BNPB)
Pantauan udara pada lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. (Dok. BNPB)

 

 

HALUAN PADANG - Jumlah korban meninggal dunia korban Erupsi Gunung Semeru terus bertambah. Data sementara BPBD Lumajang per Rabu 8 Desember 2021, korban jiwa bertambah menjadi 39 orang. 

Mayoritas korban jiwa ditemukan di Kecamatan Pronojiwo. 27 dari 39 korban tersebut ada di lokasi pertambangan pasir Curah Kobokan hingga di rumah-rumah. Sementara 12 lainnya ditemukan di sisi Kecamatan Candipuro. Penemuan jenazah ini termasuk dari laporan 27 orang yang hilang. 13 tersebut tidak memiliki identitas.

Saat ini proses pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan tiga tim SRU gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas. Mereka disebar di Kajar Kuning, Curah Kobokan, Tambang Pasir H Satuhan, Kebondeli, Kampung Renteng, dan sekitar Jembatan Gladak Perak.

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Semeru, Kol Inf Irwan Subekti, mengungkapkan proses pencarian korban masih akan dilanjutkan hingga setidaknya dalam sepekan ini.

''Kami diberi waktu satu minggu untuk melakukan pencarian secara optimal," kata Irwan seperti dikutip dari Kumparan.com.

Dia menambahkan, pencarian korban berfokus di dua dusun yaitu Kampung Renteng dan Curah Kobokan, di mana dua dusun tersebut merupakan wilayah terdampak parah dan dilaporkan masih banyak korban jiwa.

Status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih pada level II waspada. Hingga saat ini, guguran awan panas dan getaran banjir masih terdeteksi melalui seismograf PGA Gunung Sawur. (*)

 

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X