16 Bidang Tanah untuk Tol Padang-Pekanbaru Telah Dibebaskan, Habiskan Dana Ratusan Juta

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:09 WIB
Tol Padang-Pekanbaru
Tol Padang-Pekanbaru

HALUAN PADANG - Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah membebaskan 16 bidang tanah yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi I. Pembebasan pun berjalan lancar.

Kendati berjalan lambat, BPN mengklaim bahwa proses pembebasan lahan ini sudah melalui proses verifikasi ulang dari BPN, sehingga setelah ini lahan tersebut sudah bisa dikerjakan untuk tol.

Proses pembebasan lahan ini disampaikan langsung Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy. Ia mengatakan, uang ganti untung pun sudah diberikan pada pemilik tanah.

Baca Juga: Kejati Sumbar Kembali Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jalan Tol Padang - Pekanbaru

"Pembayaran uang ganti untung lahan tol Padang-Pekanbaru seksi I juga sudah dibayarkan kemarin (Senin 6/12). Jumlahnya Rp 5,6 miliar. Semoga kedepannya jumlah lahan yang dibebaskan terus bertambah," katanya.

Adapun 16 bidang tanah tersebut berada di lokasi mulai dari daerah Kapalo hilalang - Sicincin - Lubuk Alung - Padang atau berada di STA 4+200-36+600.

"Memang kita baru bisa sekarang mencairkan uangnya. Kita perlu memastikan dulu, apakah 16 bidang lahan itu aman atau belum. Jadi BPN melalui verifikasi ulang," sebut Audy.

Baca Juga: Ganti Untung Lahan Tol Padang-Pekanbaru Sesi I Mulai Dibayarkan

Sedangkan untuk pembiayaan ganti untung 16 bidang tanah tersebut, kata Audy, menghabiskan anggaran sebesar Rp905.089.000 untuk lahan seluas 2.854 meter persegi.

Terkait dengan itu, Audy berharap masyarakat yang menerima uang tersebut bisa membantu pemerintah ke pihak pemilik tanah yang lain bahwa uang yang dibayarkan berupa ganti untung bukan ganti rugi.

Baca Juga: 12 Tersangka Dugaan Korupsi Tol Padang-Sicincin Ditahan, Kerugian Negara Masih Dihitung

Sebab, proyek tol Padang-Pekanbaru ini merupakan proyek strategis nasional, bukan proyek Provinsi Sumatera Barat, sehingga tidak bisa dihentikan.

"Sebagai proyek strategis nasional, pembangunannya akan terus dilanjutkan, tidak mungkin dihentikan karena pemerintah sudah mengucurkan ratusan miliar untuk penggantian lahan," tegas dia.

Pembangunan ini pun menurut dia bisa mempelancar proses distribusi barang dan jasa antara kedua provinisi (Sumbar dan Riau).(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X