Sisa Tulang, BKSDA Tidak Bisa Uji Sampel Buktikan Dugaan Flu Pada Babi yang Mati di Agam

- Selasa, 7 Desember 2021 | 18:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUAN PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Agam tidak melakukan pengujian sampel pada bagian tubuh Babi yang ditemukan mati diduga akibat terserang Flu Babi.

Babi-babi tersebut ditemukan sudah jadi bangkai di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam beberapa waktu lalu.

Kepala BKSDA Agam Ade Putra mengatakan pengujian tidak bisa dilakuan lantaran Babi-Babi tersebut hanya sisa tulang, sehingga tidak cukup untuk melakukan pengujian.

Baca Juga: Muncul Dugaan di Agam, Berikut Fakta-Fakta Seputar Flu Babi

"Karena pemeriksaan sampel untuk menentukan infeksi virus ASF harus dilakukan melalui organ tubuh di bagian perut, pencernaan, atau jantung," katanya.

Pengujian ini dilakukan untuk memastikan dugaan Babi tersebut terserang virus flu babi Afrika/African Swine Virus.

Baca Juga: Puluhan Babi Mati Mendadak, Sumbar di Ambang Wabah Flu Babi?

Terkait dengan itu, BKSDA Agam pun meminta masyarakat segera melaporkan jika kembali menemukan Babi yang matinya tidak normal atau ditemukan luka di tubuhnya.

"Segera melapor ke BKSDA, pemerintah nagari, dan Dinas Peternakan. Kalau ada, kami juga minta agar masyarakat tidak menyentuh Babi tersebut," ujarnya singkat.

Disisi lain, meskipun belum ada penelitian perihal penularan virus itu ke manusia. Namun kemungkinan itu tetap harus diminimalisir.

"Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa virus ini dapat menular ke manusia, namun kita tetap harus mencegah bersentuhan dengan babi yang terkena virus. Karena yang namanya virus pasti berbahaya," papar dia.

Untuk diketahui, tanda-tanda klinis infeksi ASF dilansir dari laman resmi Kementerian Pertanian adalah adanya kemerahan di bagian perut, dada, dan skrotum, diare berdarah, kemerahan pada telinga, dan pendarahan kulit sianosis.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X