Tahun Depan Iuran BPJS Berbasis Kelas Dihapus, Terdapat Sejumlah Aturan Baru

- Selasa, 7 Desember 2021 | 09:05 WIB
Pemerintah menghapus iuran kelas BPJS Kesehatan mulai 2022. (istimewa)
Pemerintah menghapus iuran kelas BPJS Kesehatan mulai 2022. (istimewa)

HALUAN PADANG - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menghapus iuran BPJS Kesehatan berbasis kelas pada tahun 2022.  Tahun depan iuran kelas 1, 2, dan 3 BPJS akan diseragamkan menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Meski diseragamkan dalam KRIS, DJSN menyebut hal itu bukan berarti pelayanan akan berkurang.

“Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) bukan berarti akan diminimalkan pelayanannya. Hal ini merupakan upaya standarisasi untuk KRI (Kelas Rawat Inap) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), setelah melalui kriteria yang akan disepakati,” jelas Muttaqien, anggota DJSN.

Penyeragaman iuran ini juga bertujuan untuk menciptakan kesetaraan dalam program JKN. Nantinya, layanan BPJS Kesehatan hanya terbagi menjadi dua kelas yaitu Penerima Bantuan Tunai (PBT) dan KRIS untuk non PBT.

Peserta KRIS PBT bisa naik kelas ke KRIS non-PBT dengan menambahkan biaya selisih, sesuai dengan biaya kenaikan kelas.

Beberapa perubahan setelah aturan baru diterapkan, masih terus dikaji.

“12 perubahan kriteria kelas standar yang disusun, masih terus dikonsultasikan bersama pihak terkait. Kesepakatan akhirnya tentu akan diatur dalam perubahan Peraturan Presiden 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan ataupun di Peraturan Menteri Kesehatan,” lanjut Muttaqien.

Ada 2 kriteria yang berbeda untuk KRIS bagi PBT, dan KRIS bagi non PBT. Perbedaan tersebut mengacu kepada ketentuan minimal luas tempat tidur, dan jumlah maksimal tempat tidur per ruangan.

Peserta KRIS PBT memiliki hak atas perawatan ruang minimal 7,2 meter persegi per tempat tidur, sementara KRIS non PBT, 10 meter persegi per tempat tidur.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Sumber: Suara.com

Terkini

Tahun 2022, Pemerintah Tiadakan Lowongan CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:52 WIB
X