Status Gunung Semeru Masih Level II, ini Alasan PVMBG

- Senin, 6 Desember 2021 | 19:17 WIB
Erupsi Gunung Semeru (istimewa)
Erupsi Gunung Semeru (istimewa)

Haluan Padang - Letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021) kemarin menghentakkan mata masyarakat Indonesia soal aktivitas gunung aktif. Sebelum meletus, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak menghimbau masyarakat untuk mengungsi. Hal ini terkait status Gunung Semeru yang masih berada di level II atau waspada. 

Tak lama setelah Gunung Semeru meletus, PVMBG mengeluarkan pernyataan bahwa letusan dipengaruhi faktor eksternal. Yang diantaranya endapan udara dan curah hujan yang memancing terjadinya letusan.

Sampai hari ini, PVMBG tidak meningkatkan status Gunung Semeru ke level selanjutnya. Hal ini didasari aktivitas Gunung Semeru yang tidak terlalu meningkat secara signifikan. Namun, masih mengeluarkan awan panas. 

Kepala PVMBG, Andiani menuturkan pihaknya belum perlu meningkatkan status Gunung Semeru. Namun, tidak juga menurunkan status waspada. Mengingat masih ada luncurkan awan panas yang keluar dari dalam kawah. 

"Dan status ini kami rasa belum perlu untuk ditingkatkan, namun demikian kami rasa juga belum waktunya untuk diturunkan. Karena kejadian guguran awan panas juga sebelum-sebelumnya sudah terjadi, namun mungkin (dahulu) luncurannya tak sejauh seperti pada tanggal 4 Desember," katanya dalam konferensi pers secara daring, Senin (6/12/2021).

Disebutkannya status waspada Gunung Semeru telah ditetapkan sejak Mei 2012 atau sembilan tahun silam. Dimana sejak tahun 2012 memang kerap terpantau guguran awan panas. Tetapi tidak sejauh dan sebesar yang terjadi tanggal 4 Desember kemarin. 

Pada erupsi Sabtu kemarin, Andiani mengatakan bahwa jarak luncuran awan panas tercatat mencapai 11 kilometer.

Namun setelah itu, PVMBG merekam jarak luncuran awan panas Gunung Semeru hanya berkisar 2,5 hingga 4 kilometer.

"Namun demikian, kami tetap mewaspadai, kami tetap melakukan monitoring dan tetap memberikan hasil-hasil monitoring ini kepada masyarakat," ujar Andiani.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X