Erupsi Susulan Gunung Semeru, Begini Penjelasan PVMBG

- Senin, 6 Desember 2021 | 15:19 WIB
Semburan kawah gunung semeru (Pikiran rakyat)
Semburan kawah gunung semeru (Pikiran rakyat)

HALUAN PADANG - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani meluruskan status bencana Gunung Api Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (4/12).

Dia menegaskan bencana tersebut bukan erupsi melainkan awan panas guguran (APG).

"Awan panas guguran," ungkapnya dikutip dari merdeka.com, Senin (6/12).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menegaskan hal serupa. Manager Pusat Pengendalian Ops Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Jawa Timur Dini Andalananto menyebutkan, aktifitas Gunung Semeru itu merupakan awan panas guguran.

Baca Juga: Awas! Semeru Erupsi Lagi, Durasi Letupan 480 Detik.

"Kebetulan kemarin awan panas guguran yang sifatnya rapid-onset. jadi tiba-tiba saja," imbuhnya

Pada kesempatan itu juga, ia menjelaskan perbedaan erupsi dengan awan panas.

Dia menjelaskan, erupsi merupakan aktifitas magma di dalam perut bumi didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

Baca Juga: Jumlah Pengungsi Erupsi Semeru Sudah 1.300 Orang, 5 Ribu Jiwa Terdampak

Sementara itu guguran awan panas merupakan peristiwa ketika suspensi dari material gunung berupa batu, kerikil, abu, pasir dalam suatu massa gas vulkanik panas keluar dari gunung berapi.

Menurut Dino, secara teknis awan panas guguran berkaitan dengan curah hujan tinggi. Saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi, material yang ada pada permukaan gunung beraksi.

"Bahan-bahan material yang ada di gunung itu kan ada belerang, sebagainya, apabila terkena air akan bereaksi. Nah itu kemarin, sampai sekarang pun lahar dingin itu posisinya masih panas di bawah," jelasnya.

Baca Juga: Sebelum Meletus, Ternyata Semeru Masuk Daftar 10 Gunung Berapi Paling Aktif di Dunia

Sementara ahli vulkanologi, Surono mengatakan, aktivitas Gunung Semeru dua hari lalu itu merupakan guguran kubah lava. Guguran ini menghasilkan awan panas guguran.

"Kalau saya sebut guguran kubah lava," kata dia.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jawa Timur, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Sementara luka berat sebanyak 69 orang dan luka ringan 100 orang.

Total korban terdampak di Kabupaten Lumajang sebanyak 5.205 orang. Rumah terdampak 2.970 unit dan fasilitas umum terdampak 13 unit.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X