Polri Beberkan 5 Fakta Mengejutkan Seputar Wanita Bunuh Diri di Makam Ayah karena Disuruh Aborsi

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:25 WIB
Konferensi Pers  (@DivHumas_Polri)
Konferensi Pers (@DivHumas_Polri)

HALUAN PADANG - Sejak ditemukannya mayat wanita di sebelah makam ayahnya menjadi prihatin publik hingga hari ini.

Mahasiswi yang dikabarkan meninggal dunia dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri lantaran depresi sebab diminta sang kekasih ambil tindakan aborsi.

NW yang diketahui sebagai Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tersebut diketahui telah menjalin asmara dengan tersangka RB, sang pacar.

Masalah tersebut kini jadi pertanyaan publik atas kebenaran dan fakta yang belum terungkap jelas atas pernyataan dari kedua belah pihak, baik korban maupun tersangka.

Baca Juga: Polisi Klaim Gerak Cepat dalam Kasus Bunuh Diri Novia, Netizen Bilang Percuma dan Viral Baru Gerak

Untuk itu, Divisi Humas Polri secara terbuka melakukan konferensi pers demi memperjelas beberapa isu yang bertebaran di media massa.

Masalah NW selaku mahasiswi bunuh diri secara tertulis diungkap oleh Divisi Humas Polri melalui platform Twitter @DivHumas_Polri pada 05 Desember 2021.

Pihak polri mengungkap beberapa fakta terkait kasus NW yang diduga bunuh diri lantaran tidak menerima pertanggung jawaban yang sesuai dari RB dikutip dari beberapa sumber.

Baca Juga: Diperkosa Selama 10 Tahun Lebih oleh Ayah Kandung, Perempuan Bawah Umur 3 Kali Coba Bunuh Diri

"Polri Akan Tindak Tegas Oknum RB Pasca Bunuh Diri Mahasiswi di Mojokerto. Polri melalui Polda Jatim bergerak cepat terkait kasus bunuh diri seorang mahasiswi berinisial NWR di area makam Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto," tulis Divisi Humas Polri (05/12/2021).

Polri menuliskan bahwa tersangka RB yang berpangkat sebagai Bripda telah ditahan dan diproses secara hukum. RB dikabarkan telah menyuruh NW untuk aborsi sebanyak 2 kali.

Kasus Mahasiswi yang bunuh diri tersebut diselesaikan oleh pihak Polri secara cepat dengan mengumpulkan beberapa bukti yang memperkuat fakta dari kasus itu sendiri.

"Dengan kerja cepat mengumpulkan bukti-bukti yang ada, banyak tim yang jalan alhamdulillah hari ini kita bisa merilis terkait apa yang sebenarnya terjadi" tulis Divisi Humas Polri.

Adapun beberapa fakta yang dibeberkan oleh Polri terkait kasus NW dan RB antara lain:

1. RB yang profesinya adalah polisi yang mana saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.

2. Kita mendapatkan adanya suatu hasil bahwa korban sudah berkenalan sejak Oktober tahun 2019, yang mana saat itu menonton acara launching distro baju yang ada di Malang.

3. Kemudian mereka bertukar nomor handphone, kemudian setelah itu mereka resmi berpacaran.

4. Setelah resmi berpacaran mereka melakukan suatu perbuatan seperti layaknya suami istri dan berlangsung sejak tahun 2020 sampai 2021," ungkap Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12).

5. Polri juga telah menemukan bukti bahwa korban selama berpacaran dengan oknum RB terhitung sejak Oktober 2019 sampai dengan Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi bersama dilaksanakan pada Maret 2020 dan Agustus 2021.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X