Workshop ABS-SBK Di Payakumbuh, Ketua DPRD Sumbar Minta Tokoh Adat Tingkatkan Moral Generasi Muda

- Jumat, 3 Desember 2021 | 21:17 WIB
Ketua DPRD Sumbar, Supardi (tengah) saat menerima Siriah Carano Dalam Pembukaan Workshop Pengamalan Nilai ABS-SBK di Kota Payakumbuh, Jumat (3/12/2021). Foto : istimewa
Ketua DPRD Sumbar, Supardi (tengah) saat menerima Siriah Carano Dalam Pembukaan Workshop Pengamalan Nilai ABS-SBK di Kota Payakumbuh, Jumat (3/12/2021). Foto : istimewa

Haluan Padang -  Workshop pengamalan nilai-nilai Adat Basandi Syarak (ABS) Syarak Basandi Kitabullah (SBK) digelar di Balai Kaliki, Kota Payakumbuh 3-5 Desember 2021. Tokoh-tokoh adat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota berkumpul dalam helatan adat dan budaya ini.

Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi yang berkesempatan membuka acara ini secara resmi, menitipkan Pekerjaannya Rumah (PR) bagi tokoh-tokoh adat untuk meningkatkan moral generasi muda saat ini.

Hal ini merujuk pada pentingnya pendidikan moral kepada generasi muda guna mengantisipasi kasus-kasus yang bisa mencoreng ABS-SBK, salah satunya kekerasan seksual pada anak dibawah umur. 

" Bicara masalah budaya mesti berkaitan generasi muda. Sesuai dengan kondisi sekarang banyak perbuatan-perbuatan yang tidak pernah terjadi di tengah masyarakat namun terjadi. Tentunya ini berkaitan dengan penurunan moral," katanya. 

Dia menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir, Sumbar dihebohkan dengan pemberitaan kekerasan seksual terhadap anak-anak dibawah umur, bahkan perbuatan menyimpang itu melibatkan seorang kakek kepada cucunya. Secara agama itu sangat dikutuk, bahkan binatangpun tidak mau melakukan hal itu. 

Berangkat dari kenyataan tersebut, lanjut Supardi, harus langkah-langkah strategis dalam membangun moral. 

" Jika tidak ada upaya upaya strategis dalam pendidikan moral, entah kasus menyimpang apa yang akan terjadi pada Sumbar di masa depan, " tegas Supardi. 

Terkait dengan, Balai Kaliki Supardi akan mengupayakan merehap arsitektur bangunan tersebut, untuk menegaskan sebagai tempat destinasi kebudayaan.

"Dengan keuangan daerah mungkin belum bisa, hanya untuk iven saja,  namun anggaran pusat bisa dioptimalkan untuk rehap," ucap Supardi.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Terkini

X