Bangunan-bangunan Lama Dicat, Kota Tua Padang Bakal Kembali ke Tempo Doeloe

- Jumat, 3 Desember 2021 | 12:49 WIB
Kawasan Kota Tua Padang (Infopublik.id)
Kawasan Kota Tua Padang (Infopublik.id)

 

HALUANPADANG.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Padang berencana mengubah Kota Tua Padang menjadi kawasan Padang Tempoe Doeloe. Langkah awal yang diambil pemerintah ialah dengan mengecat beberapa bangunan lama di kawasan tersebut. Program tersebut resmi dimulai pada Kick Off Pengecatan Kota Tua Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Rabu (1/12).

“Kita akan bikin kawasan itu menjadi kawasan Padang Tempo Doeloe," Jelas Sekretaris Daerah Kota Padang Arfian kepada Haluan Padang dalam wawancara melalui seluler, Jumat (3/12).

Tidak hanya mengecat bangunan-bangunan lama di Kota Tua, pemerintah juga menggagas beberapa aturan lain demi mewujudkan Padang Tempo Doeloe. Misalnya mewajibkan pemakaian busana Tempoe Doeloe bagi pengunjung yang datang ke Kota Tua pada hari-hari tertentu.

"Mungkin dalam beberapa waktu, bisa jadi sekali dalam sebulan, kita akan bikin orang yang boleh masuk ke kawasan itu adalah orang yang berpakaian tempo dulu,” tuturnya.

Aturan wajib berbusana Tempoe Doeloe itu juga diikuti oleh larangan masuk bagi kendaraan bermotor. Dengan begitu, Pemko berharap di satu momen Kota Tua betul-betul menjadi Tempoe Doeloe.

“Kemudian kita hentikan kendaran yang akan masuk di kawasan itu, karena hanya boleh berjalan kaki di kawasan itu. Dalam satu waktu, kita jadikan itu kawasan Padang Kota Lama,” lanjut Arfian.

Menurutnya, rencana pengecatan Kota Tua Padang sudah tercetus sejak awal pandemi pada 2020 sebagai bagian dari pengembangan pariwisata Kota Tua.

“Diawali waktu Pak Mahyeldi menjabat sebagai walikota, sudah ada konsep itu. Dengan komunitas yang ada di situ, terutama Ketua Panitia Festival Bakcang dan Lamang Baluo, Pak Alam Gunawan, men-support kami untuk bisa kerja sama dengan Dulux,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang yang kini menjabat sebagai Plt. Sekretaris Daerah Kota Padang itu juga menyebut bahwa dirinyalah salah satu pencetus awal pengecatan Kota Tua.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X