Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon, Begini Penjelasan BMKG

- Jumat, 3 Desember 2021 | 07:47 WIB
ilustrasi/foto: istimewa
ilustrasi/foto: istimewa

HALUAN PADANG- Terkait informasi mengenai potensi tsunami setinggi 8 meter di Cilegon, Banten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

"Cilegon hanya sebagai contoh, salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi dan catatan sejarah tsunami," kata BMKG pada keterangan tertulisnya, Rabu (1/12).

Sebelumnya, Dwikorita saat rapat kerja bersama Komisi V DPR menyampaikan, zona rawan tsunami di Cilegon, Banten dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter.

Tapi Dwikorita tidak menyebut kapan potensi tsunami itu terjadi. Dia hanya memaparkan zona rawan tsunami.

Namun, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Tangerang Suwardi menegaskan bahwa bencana tsunami tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi di kawasan pesisir Kota Cilegon, Banten.

Menurut Suwardi, potensi tsunami di Cilegon setinggi hingga 8 meter hanya sebagai pemetaan BMKG dalam membuat skenario terburuk apabila tsunami terjadi.

Walau begitu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas 1 Banten tetap membua notice to marine (NtM), yaitu memperingatkan seluruh kapal yang berangkat harus selalu memperhatikan BMKG.

"Jadi namanya siklon itu kan prakiraan semua, jadi di dalam prakiraan dalam BMKG itu sebagai antisipasi kepada seluruh kapal," kata Kepala KSOP Klas 1 Banten Barlet Silalahi yang dikutip dari cnnindonesia.com, Jumat (3/12).

Untuk itu, BMKG meminta masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca dan prediksi bencana melalui aplikasi mobile phone Info BMKG, website, media sosial dan cell center.

 

Halaman:

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X