Hampir 300 Warga Sumbar Tertular HIV/AIDS Sepanjang 2021, Ini Daerah Terbanyak

- Kamis, 2 Desember 2021 | 16:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HALUAN PADANG - Jumlah angka pengidap HIV/AIDS di Sumatera Barat sejak Januari hingga September 2021 mencapai 281 kasus. Dari jumlah itu diketahui khusus HIV ada 239 temuan, sedangkan AIDS hanya 42 kasus.

Data tersebut diperoleh dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan.

Berdasarakan catatan itu diketahui, jumlah kasus pada tahun 2021 ini terbilang menurun dari tahun 2020 dimana ada 561 kasus, 413 diantaranya merupakan HIV dan 148 sisanya adalah pengidap AIDS.

Data tersebut juga menjelaskan bahwa terhitung sejak 2015, jumlah angka pengidap HIV/AIDS di Sumbar pada tahun 2021 ini terbilang yang terendah. Sedangkan untuk kasus temuan ODHa di Sumbar sejak tahun 2002 hingga September 2021 mencapai 4.349 kasus.

Dari jumlah 281 kasus itu, Padang merupakan kota yang jadi penyumbang angka terbanyak dengan 145 kasus, diikuti Kota Pariaman 18 kasus, Kota Bukittinggi 16 kasus, Padang Pariaman dan Pasaman Barat 13 kasus.

Lembaga Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumbar mencatatkan, penyebaran HIV/AIDS terbanyak berasal dari beberapa faktor.

"Kita ketahui faktor penularan terbesar sekarang ini adalah faktor penularan hubungan seks yang tidak bertanggung jawab, artinya bergonta-ganti pasangan, baik dari heteroseks maupun homoseks," kata Koordinator Program HIV/AIDS PKBI Sumbar, Eva Herawati Damanik.

Di sisi lain, penyebaran terbesar berasal dari perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab.

"Kita ketahui faktor penularan terbesar sekarang ini adalah faktor penularan hubungan seks yang tidak bertanggung jawab, artinya bergonta-ganti pasangan, baik dari heteroseks maupun homoseks," sebut dia.

Terkait dengan tingginya angka pengidap penyakit tersebut, Eva pun memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi kepada orang-orang di komunitas pekerja seks perempuan serta kelompok rentan.

"Selain dari itu, kita juga memberikan edukasi terkait bagaimana mereka memiliki kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan. Karena jika tidak teredukasi, ditakutkan risiko dari hubungan seksual yang dikerjakan oleh PSK jadi lebih tinggi dan bisa menularkan ke banyak orang," jelas Eva.

Pengidap HIV/AIDS di Kota Padang bukan hanya dari pekerja seks perempuan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Padang yang diterima PKBI.

Beberapa diantaranya, sebut dia ada beragam sebab tertular HIV/AIDS, di antaranya adalah lelaki seks dengan lelaki (LSL) hingga ibu rumah tangga yang tertular suami.

"Ada juga risiko ibu hamil menularkan pada anak yang dikandung. Oleh karena itu, pemerintah adakan pemeriksaan untuk ibu hamil agar mencegah penularan kepada bayi," pungkasnya.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

X