Seminar Kajian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo: Tim Peneliti Ungkap Sejumlah Temuan Awal

- Rabu, 1 Desember 2021 | 18:34 WIB
Seminar Kajian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo, Bumi Minang (1/12/2021) (Randi Reimena / Haluan Padang)
Seminar Kajian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo, Bumi Minang (1/12/2021) (Randi Reimena / Haluan Padang)

 

HALUAN PADANG - Tim Peneliti Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo mengungkapkan sejumlah temuan awal dalam seminar yang digelar di Ballroom Bundo Kanduang Hotel Bumi Minang, Rabu (2/11).

Tim peneliti yang terdiri dari Sudarmoko Ph.d, Dr Norpiyasman, Dr Ivan Adilla, dan Hary Efendi Iskandar, SS., tersebut mendapatkan sejumlah temuan awal setelah melakukan penelitian lapangan di sejumlah lokasi penting terkait kerajaan Jambu Lipo, seperti Dharmasraya dan Solok Selatan, serta mengadakan serangkaian wawancara dan studi pustaka.

Dalam seminar berjudul Kajian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambulipo itu, salah satu temuan yang dipaparkan Sudarmoko ialah pentingnya arti prosesi Rajo Manjalin Rantau tak hanya bagi masyarakat Lubuk Tarok tempat berdirinya Kerajaan Jambu Lipo namun juga bagi eksistensi Kerajaan Jambu Lipo itu sendiri.

Lebih jauh Sudarmoko mengatakan bahwa prosesi tersebut merupakan mata rantai yang menghubungkan antara masyarakat dan pihak kerajaan serta wilayah-wilayah rantau yang punya hubungan khusus dengan kerajaan. Karenanya, prosesi tersebut memiliki posisi amat penting sebagai penjaga eksistensi Kerajaan Jambu Lipo.

Lewat prosesi Rajo Manjalin Rantau-lah ingatan kolektif tentang Kerajaan Jambu Lipo terus hidup. Lewat prosesi itu pula pengetahuan sejarah dan adat istiadat masyarakat Lubuk Tarok mengenai Jambu Lipo terus diperbaharui. Dengan kata lain, jika prosesi tersebut terhenti untuk waktu lama maka keberadaan Jambu Lipo itu pun sendiri ikut terancam.

Di samping itu, masih menurut Sudarmoko, prosesi Rajo Manjalin Rantu juga menjadi medium untuk menyelesaikan konflik dan membangun konsensus.

Ivan Adilla, salah satu tim peneliti, kemudian menjelaskan bahwa tim juga menemukan sejumlah tinggalan budaya non-material seperti cerita rakyat-cerita rakyat serta mitologi yang berhubungan dengan kerajaan Jambu Lipo. Cerita-cerita itu berisi asal-usul kerajaan atau kisah-kisah tokoh besar yang pernah hidup di lingkungan kerajaan. Menurut Ivan, semua itu tak kalah penting artinya sebagai penjaga dan saluran penerus ingatan kolektif mengenai Jambu Lipo.

Baca Juga: Seminar Kajian Sejarah dan Budaya Kerajaan Jambu Lipo Picu Polemik

Sementara itu, sejarawan Universitas Andalas Nopriyasman juga memaparkan temuan awal lainnya yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Jambu Lipo. Salah satu temuan awal tersebut ialah soal asal-usul nama Jambu Lipo.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X