Pengamat: Anggaran Rp800 Juta DPRD Padang Panjang untuk Gawai Harus Dipertanggungjawabkan pada Publik

- Selasa, 30 November 2021 | 22:51 WIB
Ilustrasi tablet (Pixabay/PIX1861)
Ilustrasi tablet (Pixabay/PIX1861)

HALUANPADANG.COM – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Padang Eka Vidia mengingatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Padang Panjang bahwa kebijakan terkait anggaran harus bisa dipertanggung jawabkan kepada publik sebagai pemilih anggota DPRD.

Peringatan itu diberikan Eka saat menanggapi penganggaran dana Rp800 juta oleh DPRD Padang Panjang untuk pengadaan gawai. Jika dihitung, setiap unit gawai yang dibeli itu berharga antara Rp30 juta sampai Rp40 juta.

DPRD Padang Panjang sendiri telah mengemukakan alasan pengadaan gawai tersebut, yakni  demi efisiensi dan efektifitas kerja.

Baca Juga: DPRD Padang Panjang Habiskan Rp800 Juta Buat Beli Gawai, Ketua Dewan: Demi Penghematan

Namun Eka melihat kebutuhan akan gawai dengan harga mahal tidak berhubungan langsung dengan kinerja anggota dewan.

“Ukuran anggota dewan dalam bekerja antara lain sebagai legislator atau pembuat Undang-Undang, kemudian kerja dia sebagai perwakilan rakyat, lalu kerja dia sebagai pengontrol pemerintahan,” ujar Eka pada Haluan Padang via sambungan telepon, Selasa (30/11).

Ia lalu mempertanyakan di mana letak pentingnya sebuah gawai mahal untuk pekerjaan anggota dewan.

“Sekarang, apakah akan terganggu tiga pekerjaan itu dengan tidak punya gawai semahal itu? Dari logika tadi, tidak ada yang bisa kita pandang bahwa (gawai.red) itu memang sesuatu yang sangat penting, sehingga harus dianggarkan," kata Eka yang juga dosen sosiologi politik di UNP tersebut.

"Kemudian kita juga perhatikan, dalam namanya saja dia perwakilan rakyat, maka peran eksekutif dengan peran legislatif itu berbeda,” lanjutnya.

“Peran eksekutif itu, seberapa besar dia memenuhi janji-janjinya semasa kampanye. Karena dia punya visi, punya program selama kampanye. Kita ukur dari situ. Sedangkan legislasi tidak punya janji semasa kampanye. Janjinya hanya akan menjadi representasi dari masyarakat,” imbuh Eka.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X