Luar Biasa, Salah Satu Penggugat UU Cipta Kerja di MK Ternyata Siswi SMK

- Senin, 29 November 2021 | 21:17 WIB
Ilustrasi Pelajar Berunjuk Rasa
Ilustrasi Pelajar Berunjuk Rasa

HALUAN PADANG - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) inkonstitusional bersyarat. Putusan tersebut mengabulkan permohonan uji formil yang diajukan oleh Gerakan Masyarakat Pejuang Hak Konstitusi (GMPHK).

Untuk diketahui, memenangkan uji materi di MK bukan perkara mudah,  contohnya gugatan atas UU terkait KPK dan UU tentang Minerba yang menemui jalan buntu. Akan tetapi, seperti dikatakan kuasa hukum pemohon uji formil Viktor Santosa Tandiasa, hal ini adalah pertama kalinya uji formil dikabulkan oleh MK.

Lantas siapa saja sosok yang tergabung dalam GMPHK tersebut? 

Ternyata 5 orang yang tergabung dalam GMPHK berasal dari beragam latar belakang. Mulai dari mahasiswa sampai eks buruh kontrak.

Mengutip dari detikEdu, mereka ialah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Elin Dian Sulistiyowati, mahasiswa Universitas Negeri Malang Alin Septiana, mahasiswa STKIP Modern Ngawi Ali Sujito, dan karyawan swasta atau mantan buruh PKWT Hakiimi Irawan Bangkid Pamungkas.

Menariknya, salah satu pemohon uji formil atau penggugat UU Ciptaker tersebut ialah siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Ngawi, Jawa Timur.

Siswi bernama Novita Widyana itu melampirkan berkas setebal 35 halaman untuk menjelaskan alasan dirinya ikut mengajukan gugatan atas UU Cipta Kerja.

Sebagai siswi jurusan Administrasi dan Tata Kelola Perkantoran, Novita mengaku dirinya akan mencari pekerjaan sesuai dengan yang dipelajarinya di sekolah.

"Setelah lulus, Pemohon II (Novita) pasti akan mencari pekerjaan sesuai dengan apa yang dipelajari di sekolah. SMK merupakan sekolah kejuruan yang telah dipersiapkan untuk siap bekerja setelah lulus dari sekolah," bunyi poin 8.2 dalam berkas permohonan uji formil UU Cipta Kerja yang tertanggal 15 Oktober 2020.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Sumber: DetikEdu

Terkini

X