Penelitian Terus Dilakukan, WHO Belum Bisa Simpulkan Apakah Varian Omicron Lebih Berbahaya Dibanding Delta

- Senin, 29 November 2021 | 11:59 WIB

HALUAN PADANG - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melakukan penelitian lebih lanjut soal varian Omicron. Mereka menegaskan belum ada data yang cukup untuk menyimpulkan varian baru Covid-19 Omicron lebih berbahaya daripada varian Delta.

WHO juga menyebut sampai saat ini jenis vaksin yang kini beredar masih bisa dipakai untuk menangkal Omicron. Sekelompok ahli teknis yang bekerjasama dengan WHO sedang meneliti lebih jauh apakah Omicron dapat mempengaruhi efektivitas vaksin yang ada.

"Belum jelas apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang) dibandingkan varian lain, termasuk Delta," demikian pernyataan WHO, seperti dikutip dari Sputnik News, Senin, 29 November 2021.

Jumlah orang positif  Covid-19 telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini (Omicron), tetapi secara epidemiologis penelitian sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lain.

WHO juga menyatakan belum jelas strain Omicron mengarah ke penyakit yang lebih serius atau lebih parah.

Menurut WHO, data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan. Tetapi hal itu mungkin karena meningkatnya jumlah orang secara keseluruhan yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.

Covid-19 dengan nama B.1.1.529 (yang dikenal sebagai Omicron) ini muncul pertama kali di negara Afrika Selatan pada November 2021.

Omicron disebut mengkhawatirkan oleh WHO karena varian ini disebut lebih resisten terhadap vaksin. Omicron juga memiliki banyak gejala dan bisa bermutasi dalam berbagai bentuk.

Untuk saat ini, penyebaran dari Omicron sudah terjadi di beberapa negara. Bahkan, varian ini disebut lebih mendominasi daripada Alpha, Beta, dan Delta. (*)

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

X