Ilmuwan Temukan Varian Baru Covid-19 yang Lebih Berbahaya Dibanding Varian Delta

- Jumat, 26 November 2021 | 15:05 WIB
Virus Varian baru ditemukan di afrika (Pixabay.com(Blinder Timer))
Virus Varian baru ditemukan di afrika (Pixabay.com(Blinder Timer))

HALUANPADANG.COM - Ilmuwan memperingatkan munculnya varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya dan mengerikan dibanding Varian Delta. Varian baru ini telah bermutasi dan berevolusi sedemikian rupa. Karenanya ia diyakini sebagai jenis virus yang punya kemampuan menangkal vaksin yang ada saat ini.

Peringatan itu keluar menyusul ditemukannya Varian Covid-19 baru yang diidentifikasi sebagai B.1.1.529. Ia adalah turunan dari B.1.1 yang memiliki 32 mutasi dan telah ditemukan di Botswana, Afrika Selatan, dan Hong Kong.

Sejauh ini, hanya 10 kasus varian Covid-19 Botswana yang terlihat melalui sekuensing genomik, sebuah cara untuk mengenali virus. Namun para ahli percaya bahwa identifikasi virus tersebut di tiga negara menunjukkan bahwa penyebaran virus tersebut bisa lebih luas.

Satu kasus yang diidentifikasi di Hong Kong berasal dari seseorang yang baru saja melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.  Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa lebih banyak infeksi dapat menyebar melalui perjalanan internasional.

Tingginya jumlah mutasi pada varian baru juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan, karena sejumlah mutasi dapat membuat virus menghindar dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Dilansir dari laman Mirror, Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College yang menuliskan tentang penemuan tersebut,  menggambarkan bahwa kombinasi mutasi varian tersebut "mengerikan".

Ia juga menambahkan bahwa mutasi virus tersebut berpeluang "lebih buruk daripada hampir semua jenis lainnya", termasuk varian Delta yang memiliki 16 mutasi lonjakan.

"Mutasi yang sangat tinggi menunjukkan varian virus ini bisa menjadi perhatian nyata (diprediksi lolos dari antibodi monoklonal yang paling dikenal)," jelasnya.

"Yang perlu ditekankan adalah jumlah yang sangat rendah saat ini di wilayah Afrika yang sampelnya cukup baik, namun sangat banyak yang harus dipantau karena profil lonjakan yang mengerikan itu," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X