Demonstrasi Ricuh, 21 Anggota Pemuda Pancasila Ditangkap Polisi

- Kamis, 25 November 2021 | 22:16 WIB
Organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP), menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, November 2021. Mereka menuntut Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang memohon maaf. (  Republika/Nawir Arsyad Akbar)
Organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP), menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, November 2021. Mereka menuntut Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang memohon maaf. ( Republika/Nawir Arsyad Akbar)

HALUAN PADANG - 21 anggota Pemuda Pancasila (PP) ditangkap polisi. 15 orang diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1959. Sedangkan satu orang diduga melanggar Pasal 170 KUHP lantaran melakukan penganiayaan terhadap anggota polisi.

Penangkapan tersebut terkait kericuhan dalam demonstrasi yang digelar Pemuda Pancasila di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis 25 November 2021.

"15 tersangka akan diperiksa lanjutan dan ditahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis, (25/11) seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Di samping itu polisi juga akan melakukan pemanggilan terhadap penanggung jawab demo tersebut.

Seperti diberitakan Haluanpadang sebelumnya, ratusan anggota PP berunjuk rasa di depan gedung DPR/MPRI untuk menuntut anggota Dewan dari Fraksi PDIP, Junimart Girsang, pertanggungjawaban pernyataannya soal penertiban organisasi masyarakat atau ormas yang meresahkan masyarakat.

Massa PP menganggap Junimart telah menghina Pemuda Pancasila dan menganggap pernyataan tersebut sebagai permintaan untuk membubarka Pemuda Pancasila. Karena itu massa meminta pertanggungjawaban serta menuntut PDIP memecat Junimart.

Aksi juga sempat berjalan ricuh. Seorang anggota kepolisian, AKBP Dermawan Karosekali diduga dikeroyok oleh pengunjuk rasa yang membawa senjata tajam.

Dikutip dari detik.news, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi yang datang ke lokasi, meminta massa membubarkan diri.

Menurut Hengki, Polisi telah berupaya melayani massa namun yang terjadi massa justru berbuat ricuh bahkan melukai polisi.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Komedian Minang Opetra Meninggal Dunia

Rabu, 1 Desember 2021 | 17:25 WIB
X