PPKM Level 3 Nasional Akhir Tahun, Tempat Wisata Hanya Bisa Tampung Pengunjung 50 Persen

- Rabu, 24 November 2021 | 16:27 WIB
Ilustrasi (Photo by Natalya Zaritskaya on Unsplash)
Ilustrasi (Photo by Natalya Zaritskaya on Unsplash)

HALUAN PADANG - Pemerintah menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah di Indonesia. Keputusan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021.

Aturan tersebut membahas tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2021 yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada Selasa (22/11)

"Instruksi menteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022," tertulis dalam aturan tersebut.

Peraturan-peraturan yang diatur dalam Inmendagri tersebut juga mencakup soal pengaturan tempat wisata.

Pariwisata tetap akan aktif namun berjalan dengan aturan-aturan dan pembatasan demi menghalangi terciptanya klaster baru ketika libur Nataru, mencakup antara lain pengaturan ganjil genap, aplikasi peduli lindungi, dan pembatasan keramaian.

Baca Juga: Ini Deretan Aturan PPKM Level 3 yang Mulai Berlaku Akhir Tahun di Seluruh Indonesia

Berikut pengaturan khusus terkait tempat pariwisata yang sudah ditetapkan dan akan berlaku mulai pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2020:

Baca Juga: Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 di Seluruh Indonesia saat Libur Nataru Mendatang

1. Meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM Level 3 khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain;

2. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik;

Baca Juga: PPKM Level 3 Akan Diterapkan di Seluruh Indonesia, Berlaku Tanggal 24 Desember 2021 Sampai 2 Januari 2022

3. Menerapkan pengaturan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas;

4. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);

5. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

6. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak;

7. Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 persen dari kapasitas total;

8. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup;

9. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif; dan

10. Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

X