Terungkap! Sindikat Copet di WSBK Mandalika adalah Spesialis Iven, Pernah Beraksi di Sirkuit Sepang

- Rabu, 24 November 2021 | 13:37 WIB
Komplotan copet yang berhasil di bekuk aparat di Sirkuit Mandalika ( dok, tribun lombok')
Komplotan copet yang berhasil di bekuk aparat di Sirkuit Mandalika ( dok, tribun lombok')

 

HALUAN PADANG - Kepolisian menggagalkan aksi kelompok pencopet di Ajang balap World Superbike (WSBK) 2021 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Pencopet asal Jakarta yang tertangkap mencuri telepon genggam penonton dalam ajang balap tersebut juga terungkap pernah melancarkan tindakan kriminalnya di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata di Mataram, pada Selasa (23/11) menyampaikan, aksi kriminal mereka yang pernah merambah hingga ke luar negeri terungkap dari hasil pemeriksaan penyidik.

"Jadi mereka ini sudah spesialis yang melancarkan aksi kalau ada 'event-event' seperti ini (WSBK). Seperti di Sirkuit Sepang, Malaysia, Singapura, itu mereka pernah. Paling sering itu di Batam, mereka bisa dapat puluhan 'handphone',” ujar Hari Brata, dilansir dari Pikiran Rakyat.

Sistem kerja dari sindikat copet tersebut dinilai sangat rapi. Setiap anggota memiliki keahlian berbeda.

Peran yang mereka jalankan antara lain pengalih perhatian, eksekutor, hingga yang berperan menghilangkan jejak aksi.

Oleh karena itu, dalam aksi copet 'handphone' di ajang WSBK, mereka ikut menjadi penontotn dan berbaur dengan penonton lain demi memanfaatkan situasi yang ramai.

Kondisi korban yang mudah lengah jadi target dari aksi sindikat tersebut. Mereka terutama mengincar korban perempuan.

Niat dari sindikat tersebut untuk melancarkan aksi sudah terlihat dari keberangkatan mereka dari Jakarta menggunakan transportasi jalur udara. Mereka pun memesan tiket resmi WSBK dan menginap di hotel kawasan Mandalika.

"Jadi niatnya datang dari Jakarta memang untuk mencopet. Mereka beli tiket pesawat dari Jakarta dan menginap di hotel kawasan Mandalika,” ujarnya.

Pencopet yang masuk dalam sindikat tersebut berjumlah empat orang asal Jakarta. Tiga di antaranya memiliki hubungan darah.

Mereka antara lain DC (45) yang merupakan suami dari LA (41), bersama anak perempuannya berinisial DA (24). Sedangkan satu perempuan lagi berinisial AW (34).

Peran sindikat tersebut terungkap setelah salah seorang di antaranya tertangkap tangan beraksi di tribun penonton tiket hijau tosca, tepat di hari terakhir perhelatan WSBK, Minggu (21/11).

Dari penangkapan, disita barang bukti berupa empat unit telepon genggam, yakni satu unit merek iPhone, dan tiga lainnya bermerek Samsung.

"Satu TKP di Epicentrum Mall dan tiga lainnya di Sirkuit Mandalika,” jelas Hari Brata.

Penyidik dilaporkan telah menahan keempat pelaku di Rutan Polda NTB. Pengembangan kasus masih terus dilaksanakan, termasuk akan berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Riau yang dikabarkan sering menjadi wilayah aksi dari sindikat copet tersebut. (*)

Halaman:
1
2

Editor: Randi Reimena

Terkini

Tahun 2022, Pemerintah Tiadakan Lowongan CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:52 WIB

Komite I DPD RI Siapkan Revisi UU Pemerintah Aceh

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:47 WIB
X