Jurnalis Asrul Dihukum 3 Bulan Penjara Karena Beritakan Kasus Dugaan Maling Uang Rakyat

- Rabu, 24 November 2021 | 08:15 WIB
Muhammad Asrul jurnalis yang dipenjara 3 bulan karena beritakan kasus dugaan maling uang rakyat (@amnestyindo)
Muhammad Asrul jurnalis yang dipenjara 3 bulan karena beritakan kasus dugaan maling uang rakyat (@amnestyindo)

HALUAN PADANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Palopo menjatuhkan vonis 3 bulan penjara terhadap jurnalis Muhammad Asrul, pada Selasa (23/11). Seperti dikutip dari kabarmakassar.com, menurut Majelis hakim, Asrul terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut Asrul dipidana penjara selama 1 tahun.

Meski begitu, Abdul Asiz, kuasa hukum Asrul, merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Menurutnya kasus tersebut sejak awal seharusnya tidak masuk ranah pidana.

Liputan-liputan Asrul yang membuatnya dipenjara, lanjut Abdul, adalah karya jurnalistik. Hal tersebut telah diakui oleh Dewan Pers. Oleh karena itu, kasus tersebut seharusnya diselesaikan di Dewan Pers. Majelis hakim menurut Abdul, demi memberikan perlindungan kemerdekaan pers, seharusnya mempertimbangkan hal tersebut dan tidak memvonis bersalah Asrul.

Abdul juga menyatakan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Ia juga menekankan bahwa dihukumnya Asrul akan menjadi preseden buruk bagi kemerdekaan pers.

Kasus Asrul sendiri bermula saat ia merilis serial liputan di media massa tempatnya bekerja pada Mei 2019. Saat itu ia merilis tiga liputan terkait dugaan korupsi di sejumlah proyek di Palopo. Kasus-kasus yang diliput Asrul berkaitan dengan nama Kepala DPPKB Farid Kasim Judas, anak dari Walikota Palopo Judas Amir.

Dikutip dari cnn.com, masing-masing liputan tersebut berjudul “Putra Mahkota Palopo Diduga Dalang Korupsi PLTMH dan Keripik Zaro”, “Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas”, dan Jilid II Korupsi Jalan Lingkar Barat Rp5 M, Sinyal Penyidik Untuk Farid Judas?”.

Karena berita-berita tersebut, delapan bulan setelahnya, pada Desember 2019, Farid Kasim Judas melaporkan Muhammad Asrul dengan tuduhan pencemaran nama baik. Sebulan kemudian, pada 29 Januari 2020, Asrul dijemput kepolisian dan dibawa ke Mapolda Sulawesi Selatan. Sejak itu ia ditahan sampai 5 Maret 2020, setelah penahanannya ditangguhkan.

Sebelum divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara oleh Pengadilan, Asrul harus merasakan dinginnya jeruji besi selama 36 hari, serta menghadapi proses persidangan yang panjang (9 bulan). Ia juga digugat cerai oleh istrinya karena keadaan tersebut.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

X