Kondisi Psikologis Kakak-Beradik Korban Perkosaan Berjamaah Padang Masih dalam Pemulihan

- Jumat, 19 November 2021 | 16:39 WIB
Ilustrasi pencabulan anak
Ilustrasi pencabulan anak

 

HALUAN PADANG – Kondisi psikologis kakak beradik umur 7 dan 5 tahun korban perkosaan berjamaah di Kota Padang yang kasusnya diungkap Polres Kota Padang pada Rabu (17/11) kini dalam tahap pemulihan, cenderung membaik. Korban juga diketahui mengalami luka fisik, namun tidak dijelaskan secara detail.

Hal tersebut diungkapkan oleh Editiawarman, Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan Anak, Pengendalian penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang ketika dihubungi Haluan Padang melalui sambungan telepon pada Jumat (19/11).

Untuk diketahui, dalam kasus tersebut, DP3AP2KB berperan dalam mendampingi dan memulihkan korban. “Korban dalam pengamanan dan pendampingan kita, sudah mulai ceria. Kondisi mental korban membaik, Insha Allah,” ungkapnya kepada Haluan Padang.

Namun Kepala DP3AP2KB Kota Padang tersebut menekankan bahwa masih perlu pendekatan khusus secara psikologis untuk berbicara dengan korban. Ia menambahkan bahwa  korban bisa berbicara normal dengan orang yang sudah dikenal serta dengan orang yang pandai menyesuaikan diri dengan anak.

“Sepertinya dua anak ini, terutama si kakak, memiliki karakter ceria. Saya baru ketemu, saya ajak ngobrol, dia mau melayani. Mungkin dipengaruhi oleh pendekatan sesuai dengan dasar pendidikan konseling,” ujar Editiawarman.

Terkait kondisi fisik dari dua korban di bawah umur tersebut, Editiawarman mengkonfirmasi bahwa ada tanda-tanda luka. “Tapi kita fokus dulu ke pemulihan psikologis. Kita harapkan Insha Allah kondisi lukanya tidak terlalu parah,” imbuhnya.

Kalau sudah pemulihan psikologis dan anak sudah bisa ngobrol dengan enjoy dan gembira, ia menjelaskan bahwa proses lainnya bisa berjalan dengan lancar.

Lebih lanjut, Editiawarman menyampaikan harapannya pada awak media untuk terus memberi edukasi pada publik sebagai bentuk dukungan terhadap Pemko padang dalam menjaga kondisi yang ramah pada anak. “Minta  bantu teman-teman media, selain memunculkan pemberitaan, juga memberi edukasi publik,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X