LKAAM Kutuk Perkosaan Berjamaah Dua Bocah di Padang, Pelaku Bisa Dihukum Secara Adat

- Rabu, 17 November 2021 | 17:40 WIB
Empat pelaku pemerkosaan dua bocah di Padang, keempatnya merupakan kerabat terdekat korban (Istimewa)
Empat pelaku pemerkosaan dua bocah di Padang, keempatnya merupakan kerabat terdekat korban (Istimewa)


HALUAN PADANG - Dua anak di bawah umur diperkosa bergiliran oleh 6 orang pelaku di kawasan Padang Selatan (16/11). Empat pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban. Mereka merupakan kakek, paman, dan kakak dari kedua korban. Kedua kakak korban masih berumur di bawah tahun. Masing-masing berusia 11 dan 10 tahun. Perkosaan ini juga melibatkan 2 orang lainnya merupakan tetangga korban.

Menurut keterangan dari Kasat Reskim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda yang diterima Haluanpadang, Rabu (17/11), kedua korban diperkosa bergiliran beberapa kali dalam waktu tidak bersamaan.

Awalnya korban diperkosa oleh kakeknya, Jamaludin (65). Paman korban, Rian (23) yang melihat kejadian tersebut, juga ikut memperkosa korban. Di waktu berbeda, kedua kakak korban yang menyaksikan perbuatan itu juga diajak untuk ikut menggerayangi korban namun tidak sampai memperkosa.

Perkosaan tersebut dikutuk keras oleh Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. “LKAAM sangat mengutuk perbuatan itu!” kata Ketua LKAAM, M Sayuti Dt. Rajo Pangulu, dalam wawancara dengan Haluanpadang via percakapan Whatssap, Rabu (17/11).

Lebih jauh, Dt Rajo Pangulu mengatakan bahwa dalam Adat Minangkabau pelaku perkosaan seperti itu akan dihukum dengan berat. Tidak hanya berupa denda materil, namun juga hukum sosial. Hukum Adat seperti ini bisa ditimpakan pada para pelaku begitu mereka menyelesaikan hukuman yang diberikan negara.

“Secara Adat pelakunya harus membantai seekor kerbau untuk meminta maaf pada korban dan anak nagari, pada masyarakat. Permintaan maaf itu harus diumumkan di Masjid, setelah mereka keluar penjara, agar semua orang mengetahui kalau mereka mengaku bersalah.” lanjut Dt Rajo Pangulu.

Selain itu, LKAAM juga menuntut agar para pelaku dihukum seberat-beratnya. “Mari kita serahkan proses selanjutnya pada yang berwenang agar para pelaku itu dihukum seberat-beratnya,” pungkas Dt Rajo Pangulu.


Sampai berita ini ditulis, kedua korban perkosaan tengah dirawat di Polresta Padang. Sementara itu 2 pelaku yang merupakan tetangga korban masih diburu kepolisian karena diduga kuat ikut terlibat. Para pelaku yang sudah ditangkap kini terancam hukuman 15 Tahun penjara karena melanggar pasal 76 dan 82 UU Perlindungan Anak. (*)

 

Anda juga bisa mendapatkan informasi terkini dan terupdate lainnya melalui Haluanpadang.com atau Telegram Channel Harian Haluan, Klik di sini : https://t.me/harianhaluan

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Bkkbn Audit Kasus Stunting di Pariaman

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:21 WIB
X