Sebelum Dideportasi, 9 Perantau Minang di Malaysia Ternyata Tidak Punya Dokumen Resmi

- Minggu, 14 November 2021 | 21:01 WIB
Perantau Minang yang dideportasi dari Malaysia
Perantau Minang yang dideportasi dari Malaysia

HALUAN PADANG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Padang mengatakan, sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumatra Barat yang dipulangkan merupakan PMI yang masuk ke Malaysia tanpa prosedur dan pengawasan dari BP2MI.

PLH Kepala BP2MI Padang, Valerie Cristie Faisal mengatakan, sembilan PMI tersebut merupakan perantau yang sudah masuk ke Malaysia beberapa tahun terakhir dan telah bekerja di sana, hingga akhirnya terdata dan menjadi tahanan imigrasi Malaysia.

"Jadi dulu mungkin mereka berangkat secara non prosedural, ada yang berangkat lewat Dumai, lewat Batam, ada yang berangkat dari tahun 2012 dan ada juga yang berangkat tahun kemarin sebelum pandemi Covid-19, akhirnya masuk tahanan imigrasi Malaysia dan dijemput oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk dipulangkan, total ada 386 PMI asal Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut Valerie mengatakan, menurut keterangan sembilan PMI tersebut, keberangkatan mereka awalnya memang untuk mencari pekerjaan, namun dengan latar belakang yang berbeda-beda.

"Niatnya memang mencari pekerjaan, ada yang dibawa oleh keluarga, sanak famili, ada juga yang memang diutus oleh PT tempat mereka bekerja dulu, namun tidak memperpanjang kontrak kerja dan memutuskan untuk mencari pekerjaan baru di sana tanpa memikirkan dokumen-dokumen resmi. Mereka diketahui tidak memiliki dokumen resmi setelah adanya pengecekan oleh polis di Malaysia saat bekerja, akhirnya jadi tahanan imigrasi Malaysia dan dipulangkan secara berkala oleh KBRI," tutur Valerie.

Sebelumnya diketahui, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Padang memulangkan sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Barat yang dideportasi dari Malaysia ke daerah mereka masing-masing, Minggu (14/11/2021).

Sembilan PMI asal Sumbar tersebut merupakan bagian dari 386 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi pihak Malaysia pada tanggal 1 November 2021 lalu karena kedapatan bekerja di wilayahnya tanpa surat-surat resmi atau non prosedural.

"Dalam hal ini kami bekerjasama dengan Kemensos RI, Dinsos Provinsi Sumbar dan Disnakertrans Provinsi. Sembilan warga sumbar ini termasuk rombongan gelombang empat yang dipulangkan pemerintah Malaysia karena mereka termasuk PMI non prosedur, mereka dipulangkan pada tanggal 1 November 2021 lalu dan dilakukan karantina di Jakarta dan sekarang sudah sampai di Sumbar untuk kita pulangkan ke daerah masing-masing," kata PLH Kepala BP2MI Padang, Valerie Cristie Faisal.

Sebelum dipulangkan ke daerah mereka masing-masing, kesembilan PMI tersebut dilakukan pendataan dan pemeriksaan psikologi di gedung Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Regional I Sumbar di Padang.

"Sembilan PMI asal Sumbar ini berasal dari Kabupaten Pariaman, Agam, Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang terdiri dari tiga orang berjenis kelamin perempuan dan enam orang laki-laki, mereka diantarkan sampai ke rumah masing-masing didampingi tim", kata Valerie.

Sementara, Kepala BPPKS Regional 1 Sumbar, Sunarti mengatakan, pada saat pemulangan, pemerintah langsung hadir untuk memberikan kenyamanan terhadap mereka dengan menerima secara baik di BPPKS untuk kedatangan mereka dari Jakarta.(*)

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Tahun 2022, Pemerintah Tiadakan Lowongan CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:52 WIB

Komite I DPD RI Siapkan Revisi UU Pemerintah Aceh

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:47 WIB
X