Jaksa Agung Buka Kemungkinan Penerapan Hukuman Mati bagi Koruptor

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 12:32 WIB
Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin/foto: istimewa
Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin/foto: istimewa

HALUANPADANG.COM- Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin membuka kemungkinan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menerangkan, pembahasan hukuman mati bagi koruptor dikaji karena merujuk dua kasus mega korupsi yang tidak hanya menimbulkan kerugian negara tetapi juga berdampak luas pada masyarakat hingga prajurit.

"Kajian hukuman mati bagi koruptor ini merujuk pada kasus PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabari yang sedang ditangani Kejagung," terangnya, Kamis (28/10).

Kedua kasus ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 16,8 triliun. Sedangkan korupsi PT Asabri (Persero) lebih besar lagi yakni Rp 22,78 triliun.

Lanjutnya, Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara yang dimaksud,"Tentu penerapannya harus tetap memperhatikan hukum positif yang berlaku serta nilai-nilai HAM," sambung Leonard.

Selain itu, Leonard Simanjuntak juga menyampaikan Jaksa Agung kemungkinan melakukan konstruksi lainnya salah satunya bagaimana mengupayakan agar hasil rampasan dapat bermanfaat langsung.

"Dan adanya kepastian baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak kejahatan korupsi," tuturnya.

 

Editor: Nuraini

Sumber: kompas.com

Tags

Terkini

X