Tidak Layak Edar, Bank Indonesia Memusnahkan Uang Rp4,8 Triliun di Cirebon

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:15 WIB

HALUANPADANG.COM - Bank Indonesia terpaksa memusnahkan uang berjumlah sebanyak Rp4,8 triliun karena tidak layak edar di wilayah Cirebon.

Uang yang dimusnahkan memiliki kondisi yang cacat, lusuh dan rusak. Selain kondisi uang tersebut, uang yang tidak mempunyai nilai ekonomis atau kurang diminati oleh masyarakat dan uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran juga dimusnahkan.

Kepala Bank Indonesia Wilayah Cirebon, Bakti Artanta menyebutkan uang yang termasuk kategori tidak layak edar itu dimusnahkan diantara periode Januari-September 2021.

Menurut tuturannya juga, hal ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia (BI) untuk meminimalisir beredarnya uang rusak dan memberi kesmpatan kepada masyarakat untuk bisa menukarkan uang yang tidak layak edar.

"Dibukanya kembali kesempatan penukaran ini sebagai upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di masyarakat," ujarnya yang dikutip dari pikiranrakyat.com pada Sabtu (16/10).

Uang yang memiliki kriteria yang tidak layak edar atau rusak karena robekan, terbakar, banyak coretan, lusuh dan sobek atau hilang sebagian bisa ditukarkan oleh masyarakat.

Selain uang kertas, uang logam yang bentuknya berubah akibat korosi, hilang sebagian, melengkung, berlubang,terpotong, dan kerusakan fisik lainnya bisa juga ditukarkan.

Penukaran uang lusuh yang ada di masyarakat sebelumnya sempat dihentikan pada bulan Maret 2021. Hal ini dilakukan karena dimulainya pemberlakuan PPKM.

Namun pada tanggal 8 Oktober BI Cirebon kembali membuka kepada masyarakat untuk menukarkan uangnya yang tidak layak edar ke kantor BI Cirebon. Pemberlakuan ini dimulai setelah keluarnya Surat Edaran Bank Indonesia.

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Terkini

X