Amnesty Indonesia Tuntut Negara Adili Polisi yang Membanting Mahasiswa

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:47 WIB
Polisi banting mahasiswa saat demo di Tangerang. (by:Istimewa)
Polisi banting mahasiswa saat demo di Tangerang. (by:Istimewa)



HALUANPADANG.COM - Amnesty Internasional Indonesia mendesak negara untuk mengadili polisi yang membanting seorang mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di hari ulang tahun Kabupaten Tanggerang, pada Rabu 13 Oktober 2021.

Tuntutan tersebut disampaikan Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia.

Hamid mengatakan, tindakan polisi membanting mahasiswa merupakan tindak kriminal. Karenanya pelaku perlu diadili di pengadilan.

“Tindakan itu jelas merupakan tindakan kriminal karena dia menggunakan kekuatan dan tindakan kekerasan yang tidak diperlukan (unnecessary use of force and violence)," Terang Usman, seperti dikutip dari tempo.co.

Pengadilan diperlukan tidak hanya demi keadilan bagi korban, namun juga sebagai peringatan bagi polisi lainnya agar tidak mengulang tindakan serupa.

Jika tidak, lanjut Usman, maka brutalitas polisi akan berulang. Kasus yang baru ini terjadi hanya dalam selang waktu singkat setelah pernyataan Kapolri yang meminta jajaran Polri agar menjadi polisi humanis.

Korban aksi kekerasan oleh polisi itu ialah seorang mahasiswa bernama Muhamad Fariz Amrullah, mahasiswa semester 9, Fakultas Syariah, UIN Banten.

Dari rekaman vidio yang telah beredar luas, Muhammad tampak kejang-kejang setelah dibanting seorang polisi. Korban telah menjalani perawatan di klinik Polres Kota Tangerang dan telah dibawa ke Rumah Sakit Harapan Mulia.

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Terkini

Perantau Minang di Ternate Punya Pemakaman Khusus

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:28 WIB

Terpopuler

X