Sirompak, Mantra Cinta Kuno dari Luak Nan Bungsu

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 15:40 WIB
Ilustrasi Dukun
Ilustrasi Dukun

"Kalau ada yang kena sirompak ini biasanya akan seperti orang gila, meronta-ronta dan berlarian sekeliling kampung. Ia hanya bisa sembuh jika bertemu dengan orang yang basirompak (orang yang melakukan ritual Sirompak)," ujar Budi Arianto, salah seorang warga Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota.

Meski sampelong dibuat dengan mantra dan sesuatu yang berbau kematian, tidak semua lirik syair atau mantra Sirompak menakutkan asalkan dibaca dengan nada datar.

Namun jika beberapa mantra terakhirnya dibaca dengan nada basirompak dan di tempat sepi tentulah hawanya akan berbeda.

Baca Juga: Kini Pasangan Nika Siri Bisa Dapat KK, Begini Syaratnya

Sadri, seorang dukun asal Kabupaten Agam, menambahkan, "Kekuatan utamanya ada di bunyi. Apalagi kalau sampelongnya sudah 'berisi' (memiliki jin penunggu).

Alangkah lebih kuatnya jika sampelong dibuat kala orang mati terbunuh, bunuh diri atau mati tak wajar."

Sebelum basirompak, mereka yang akan menggelar ritual itu harus menyiapkan beberapa persyaratan. Benda-benda itu, lazim disebut saraik/sesajen berupa nasi kuning, beras yang sudah direndang, dan bungo pangia-pangia (sejenis kembang).

"Usai saraik terpenuhi, si dukun akan membawa yang akan basirompak itu ke tanjung, bukit, gunung, atau tempat sunyi lainnya dan mulai meniup sampelongnya," tutur Albert.

Baca Juga: Instagram Down Lagi, Namun Tak Separah Senin Malam

Kala sampelong mulai ditiup, ritual itu hanya akan berhenti jika semua mantra telah terbaca dengan sempurna atau pertanda-pertanda alam gaib sudah mulai bekerja.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Sumber: Liputan6.com

Tags

Terkini

X