Indeks Daya Saing Sumbar Terendah di Pulau Sumatera

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 16:08 WIB
Masjid Raya Sumbar/Situs Bapedda
Masjid Raya Sumbar/Situs Bapedda

HALUANPADANG.COM – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempati posisi paling buncit terkait Indeks Daya Saing Darah (IDSD). Kondisi ini termasuk riskan. Sumbar ke depannya harus berpacu agar indeks daya saing bisa meningkat.

Rendahnya indeks daya saing Sumbar disampaikan Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat memimpin paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari jadi Sumbar ke 76. “Ini harus dicarikan solusinya. Sumbar, dengan sejarah panjangnya patut menjadi yang terdepan. Sekarang, Indeks Daya Saing Sumbar itu skornya cuma 0.0208. Paling rendah di Sumatera,” ungkap Supardi, Jumat (1/10).

"Kita (Sumbar) dahulu dikenal sebagai pusat industri otak yang melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan telah menunjukkan eksistensinya di kancah nasional maupun internasional," jelas Supardi.

Banyak tokoh bangsa berasal dari Sumatera Barat, karena adanya sistem pendidikan yang maju terintegrasi dengan pembangunan karakter. Namun, menurutnya dalam beberapa dekade terakhir, pendidikan di Sumbar telah mulai tertinggal dibandingkan daerah lain.

Baca Juga: Dua Orang Wanita Penghuni Rutan di Sumbar Jadi Mualaf

"Sumbar (saat ini) tak lagi menjadi tempat orang menuntut ilmu pengetahuan, beralih ke tempat lain. Padahal, kita sama-sama tahu, dulu daerah kita memiliki tujuan utama dari seluruh daerah, bahkan Asia, merupakan tempat untuk menuntut ilmu," kata Supardi.

Walau telah berdiri selama 76 tahun, angka kemiskinan di Sumbar hingga saat ini masih terbilang tinggi, dengan angka 6,56 persen, atau mencapai 364,79 ribu orang. Selain itu, angka kemiskinan saat ini masih terbilang cukup tinggi, kemudian angka pengangguran terbuka mencapai 6,88 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar pada September 2020, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sumbar mencapai 364,79 ribu orang (6,56 persen). Terjadi penambahan sebesar 20,6 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang sebesar 344,23 ribu orang.

Baca Juga: Mencengangkan! 27 PNS Wanita di Padang Gugat Cerai Suami Gara-gara Persoalan Ekonomi

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 sebesar 4,97 persen naik menjadi 5,22 persen pada September 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada Maret 2020 sebesar 7,43 persen naik menjadi 7,83 persen pada September 2020.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X