Fakta Ganda, Bang Napi di Padang: Bisa Main Facebook Dalam Penjara, Gonta-ganti Nomor Ponsel Hingga Menipu

- Selasa, 28 September 2021 | 07:54 WIB
Ilustrasi Penipuan Lewat Media Sosial
Ilustrasi Penipuan Lewat Media Sosial

HALUANPADANG.COM – Kasus akun bodong petinggi Polda Sumbar dengan pelaku napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Padang menguak fakta lain kehidupan dalam penjara. Entah bagaimana caranya, pelaku yang bernama Ganda mendapatkan akses untuk melancarkan aksi penipuannya.

Dirangkum dari putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Padang, berikut fakta tentang Ganda, penipu yang membuat akun bodong atas nama Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimum) Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono:

 

  1. Terpidana, Tapi Punya Smartphone

Walau berstatus warga binaan atau narapidana, Ganda rupanya tetap bisa memiliki smartphone, dan bisa menggunakannya di dalam penjara. Padahal, aturan yang berlaku, warga binaan tidak boleh memiliki, atau membawa alat elektroni, termasuk smartphone ke dalam penjara. Lalu, kenapa Ganda bisa memilikinya?

 

  1. Bisa Main Facebook di Penjara

Ganda ternyata mahir melakukan penipuan lewat media sosial. Bahkan, dalam kondisi di penjara, Ganda masih bisa mengakses facebook, dengan membuat akun bodong atas nama Kombes Pol Joko Sadono.

 

  1. Gampang Gonta-ganti Nomor HP

 

Tidak hanya sekadar punya smartphone, Ganda ternyata bisa berulangkali menukar nomor ponselnya, dan membeli kartu baru. Hal ini terungkap di persidangan. Ganda mengaku, selesai menipu dan menguras uang korban penipuannya, dia langsung mematahkan kartu sim card, dan menggantinya dari yang baru. Pertanyaannya, darimana Ganda mendapatkan nomor baru, sementara badannya terkurung?

 

  1. Restart Ponsel Lalu Dijual

Untuk menghindari pelacakan oleh korban atau aparat hukum, Ganda punya cara cerdik. Setiap habis bertransaksi, dia menjual ponsel yang digunakannya. Sebelum dijual, ponselnya di-restart untuk menghilangkan bukti. Setelah itu Ganda membeli ponsel baru.

 

  1. Hasilkan Uang Lewat Facebook Bodong

Penipuan yang dilakukan Ganda dengan membuat akun palsu atas nama Kombes Pol Joko Sadono ternyata bermotifkan uang. Facebook itu digunakannya untuk meminta uang kepada sejumlah orang yang sudah dikonfirmasinya sebagai teman akun bodong tersebut.

 

  1. Dijerat Undang-Undang ITE

Ganda dihukum tiga tahun penjara atas kasus penipuan yang dilakukannya. Hukuman itu sesuai dengan yang berlaku di Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27 ayat (4) UU ITE. Dengan begitu, dia bakal lama di penjara karena sebelumnya juga tersangkut kasus penipuan dengan hukuman di atas lima tahun penjara. (*)

 

Berita sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun penjara pada Ganda (31). Walau badannya sudah berada dalam penjara, Ganda rupanya tidak kehilangan akal bulusnya untuk berbuat jahat. Bahkan, kali ini perbuatan jahatnya agak nekat. Dia membuat akun facebook bodong dan mengaku sebagai petinggi kepolisian di Polda Sumbar.

Ganda merupakan narapidana yang dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Padang dengan hukuman lima tahun tiga bulan penjara karena terlibat kasus penipuan. Hingga saat ini, dia sudah menjalani hukuman 2 tahun 10 bulan.

Namun, harapannya untuk keluar cepat dari penjara bakalan tak terwujud. Hukumannya ditambah berlibat karena ulahnya membuat akun palsu dan ngaku-ngaku petinggi Polda Sumbar di media sosial.

Baca Juga: Jaksa Serius nih! Enam Saksi Kasus Dana KONI Padang Diperiksa Maraton

Majelis hakim Pengadilan Negeri Padang menambah hukuman untuk Ganda, selama tiga tahun. Penambahan hukuman itu tertuang dalam putusan yang diunggah pada situs resmi Pengadilan Negeri Padang, pada Senin (27/9/2021).

Bahkan, akun bodong yang dibuatnya, digunakan untuk memeras sejumlah orang. Dia menerima uang panas dari perbuatannya.

Secara detail disebutkan, Ganda mengaku sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimum) Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono. Dia melampirkan foto Joko asli di facebooknya, lalu meminta pertemanan ke banyak orang.

Setelah pertemanannya banyak, Ganda bertindak do akun bodong tersebut, seoolah-olah itu memang benar akun Joko.

Baca Juga: Bikin Akun Facebook Bodong di Dalam Penjara, Bang Napi di Padang Ngaku Petinggi Polisi

Dia mengoperasikan facebook, layaknya facebook asli. Orang-orang banyak percaya itu Kombes Joko. Setelah kepercayaan didapat, Jaka mulai memainkan penipuannya. Dia meminta uang ke sejumlah orang lewat chatting.

Percaya kalau akun tersebut merupakan akun asli, sejumlah orang akhirnya mengirim uang, yang masuk ke rekening Ganda. Dia mendapatkan untung, walau badannya di penjara.

Namun, sepandai-pandainya bermain, Ganda ketahuan juga. Ada yang curiga, lalu melapor ke Polda Sumbar. Tentu saja Polda Sumbar melakukan penyelidikan, karena ini menyangkut nama baik personilnya, juga institusi. Bagaimana pun, Kombes Joko merupakan representasi Polda Sumbar di tengah masyarakat.

Baca Juga: Wah! Ada Wakil Bupati yang Ajukan Permohonan Izin Poligami di Sumbar

Pelacakan akhirnya dilakukan. Ganda terciduk. Kasusnya diproses. Dia kemudian menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Padang. Majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara. Ganda dipastikan lama di penjara.

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan membayar denda sebanyak Rp 10 juta subsider 6 (enam) bulan kurungan," ujar ketua majelis Khairulludin dengan anggota Ade Zulfina Sari dan Asni Meriyenti.

Ganda dinyatakan terbukti melanggar Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27 ayat (4) UU ITE. Majelis menilai Ganda mempunyai kemampuan menentukan kehendaknya secara bebas. (*)

 

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

X