Bikin Akun Facebook Bodong di Dalam Penjara, Bang Napi di Padang Ngaku Petinggi Polisi

- Selasa, 28 September 2021 | 05:57 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara

HALUANPADANG.COM – Ada-ada saja ulah yang dibuat Ganda (31). Walau badannya sudah berada dalam penjara, Ganda rupanya tidak kehilangan akal bulusnya untuk berbuat jahat. Bahkan, kali ini perbuatan jahatnya agak nekat. Dia membuat akun facebook bodong dan mengaku sebagai petinggi kepolisian di Polda Sumbar.

Ganda merupakan narapidana yang dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Padang dengan hukuman lima tahun tiga bulan penjara karena terlibat kasus penipuan. Hingga saat ini, dia sudah menjalani hukuman 2 tahun 10 bulan.

Namun, harapannya untuk keluar cepat dari penjara bakalan tak terwujud. Hukumannya ditambah berlibat karena ulahnya membuat akun palsu dan ngaku-ngaku petinggi Polda Sumbar di media sosial.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Padang menambah hukuman untuk Ganda, selama tiga tahun. Penambahan hukuman itu tertuang dalam putusan yang diunggah pada situs resmi Pengadilan Negeri Padang, pada Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Eks Ketua MUI: Ajukan Permohonan Ijin Poligami, Wakil Bupati Muda di Sumbar Patut Diteladani

Bahkan, akun bodong yang dibuatnya, digunakan untuk memeras sejumlah orang. Dia menerima uang panas dari perbuatannya.

Secara detail disebutkan, Ganda mengaku sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimum) Polda Sumbar, Kombes Joko Sadono. Dia melampirkan foto Joko asli di facebooknya, lalu meminta pertemanan ke banyak orang.

Setelah pertemanannya banyak, Ganda bertindak do akun bodong tersebut, seoolah-olah itu memang benar akun Joko.

Dia mengoperasikan facebook, layaknya facebook asli. Orang-orang banyak percaya itu Kombes Joko. Setelah kepercayaan didapat, Jaka mulai memainkan penipuannya. Dia meminta uang ke sejumlah orang lewat chatting.

Percaya kalau akun tersebut merupakan akun asli, sejumlah orang akhirnya mengirim uang, yang masuk ke rekening Ganda. Dia mendapatkan untung, walau badannya di penjara.

Baca Juga: Tak Ada Gangguan Kejiwaaan, Pelaku Penyerangan Ustaz Abu Syahid Chaniago Ditetapkan Sebagai Tersangka

Namun, sepandai-pandainya bermain, Ganda ketahuan juga. Ada yang curiga, lalu melapor ke Polda Sumbar.

Tentu saja Polda Sumbar melakukan penyelidikan, karena ini menyangkut nama baik personilnya, juga institusi. Bagaimana pun, Kombes Joko merupakan representasi Polda Sumbar di tengah masyarakat.

Pelacakan akhirnya dilakukan. Ganda terciduk. Kasusnya diproses. Dia kemudian menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Padang. Majelis hakim akhirnya menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara. Ganda dipastikan lama di penjara.

"Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan membayar denda sebanyak Rp 10 juta subsider 6 (enam) bulan kurungan," ujar ketua majelis Khairulludin dengan anggota Ade Zulfina Sari dan Asni Meriyenti.

Baca Juga: Reaktif Covid-19, 114 Peserta CPNS Gagal Ikut Tes SKD di Padang

Ganda dinyatakan terbukti melanggar Pasal 45 ayat (4) juncto Pasal 27 ayat (4) UU ITE. Majelis menilai Ganda mempunyai kemampuan menentukan kehendaknya secara bebas. (*)

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Bejat, Pria Di Agam Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:03 WIB
X