Korbankan Lahan Produktif, Warga Minta Trase Tol Padang-Pekanbaru di Limapuluh Kota Dialihkan

- Sabtu, 25 September 2021 | 18:50 WIB
Masyarakat melihat pembangunan tol Padang-Pekanbaru (HALUANPADANG/Daffa Benny)
Masyarakat melihat pembangunan tol Padang-Pekanbaru (HALUANPADANG/Daffa Benny)

HALUANPADANG.COM - Masyarakat di sejumlah Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota meminta pada pemerintah agar trase pembangunan tol Padang-Pekanbaru seksi Payakumbuh-Pangkalan dialihkan.

Sekretaris Forum Masyarakat Terdampak Tol (Format), Ezi Fitriana mengatakan dampak yang dirasakan masyarakat akibat pembangunan tol itu cukup besar, namun warga tidak meminta pembangunannya untuk dihentikan.

Ia menjelaskan jika trase pembangunan tol Padang-Pekanbaru seksi 4 dilaksanakan di lima nagari (Koto Baru Simalanggang, Koto Tangah Simalanggang, Taeh Baruh, Lubuk Batingkok, dan Gurun), maka akan mengorbankan banyak lahan produktif masyarakat.

"Setidaknya akan ada 16 suku di 5 nagari terdampak yang akan kehilangan sako jika trase pembangunan tol tidak dialihkan," katanya.

Ezi menuturkan, Format telah mendata masyarakat di 5 nagari terdampak pembangunan tol menolak apabila trase pembangunan tol seksi Payakumbuh-Pangkalan masih di atas tanah sako.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada September tahun lalu sudah ada hearing antara masyarakat terdampak tol seksi 4 dengan DPRD Sumbar.

"Lima nagari sepakat untuk menolak, jika pembangunan tol dilaksanakan di atas lahan sako," imbuh Ezi.

Ezi juga menuturkan bahwa sebelumnya pada Oktober 2020 lalu Komisi 4 DPR RI telah mengumpulkan masyarakat dari Nagari Koto Baru, dan masyarakat nagari tersebut juga meminta trase dialihkan.

[Daffa Benny]

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Perantau Minang di Ternate Punya Pemakaman Khusus

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:28 WIB

Terpopuler

X