Menyedihkan, Rumah Adat Berusia 151 Tahun Terpaksa Dijual karena Pemilik Terdampak Pendemi

- Sabtu, 25 September 2021 | 17:47 WIB
Rumah Lontiak di Rumah Pohon Inyiak/Katasumbar.com
Rumah Lontiak di Rumah Pohon Inyiak/Katasumbar.com

HALUANPADANG.COM – Kabar menyedihkan datang dari Bukittinggi, rumah adat Lontiak yang kini berada di objek wisata Eumah Pohon Inyiak, terpaksa dijual pemiliknya. Rumah yang akan dijual tersebut sudah berusia 151 tahun.

Penjualan Rumah Lontiak itu disampaikan pengelola Rumah Pohon Inyiak, Ismail. Dijelaskan Ismail, dia terpaksa menjual rumah adat itu karena terimbas pendemi.

“Iya, Rumah Lontiak direncanakan untuk dijual. Sekarang rumah itu berada di Kompleks Rumah Pohon Inyiak,” terang Ismail kepada Katasumbar.com.

Ismail mengatakan, pihaknya berencana menjual rumah adat tersebut karena terimbas pandemi. “Sejak pandemi ini tingkat kunjungan sangat sepi, sehingga kita berencana menjualnya,” ungkapnya.

Ismail mengatakan, ia berencana menjual rumah adat berusia 151 tahun itu untuk menutup biaya operasional Rumah Pohon Inyiak. “Hasil penjualan kita peruntukkan untuk mengembangkan kembali objek wisata ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan akan menjual dengan harga Rp500 juta rupiah, dan berharap ada kolektor maupun pihak lain yang tertarik untuk membeli.

Baca Juga: Alumni: Jangan Kaitkan Kasus Azis Syamsudin dengan SMA 2 Padang

“Bangunan ini masih utuh, kondisinya baik, kayunya juga asli sejak 1870 silam,” katanya.

Sejatinya, bangunan unik berukuran 9x6 meter itu merupakan rumah adat Kampar Riau. Ismail kemudian membeli, dan memindahkan rumah panggung itu ke Ngarai Sianok sejak beberapa tahun silam. Rumah ini memang masih terawat lengkap dengan perabotan antiknya.

Dikutip dari situs Diskusip Pekanbaru, Rumah Lontiok merupakan rumah adat masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang pada tahun 2017 masuk dalam daftar penilaian warisan budaya tak benda tingkat nasional ditinjau dari seni, adat istiadat dan budaya. Rumah lontiok disebut juga dengan sebutan rumah lancang atau pencalang.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Perantau Minang di Ternate Punya Pemakaman Khusus

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:28 WIB

Terpopuler

X