Jamiatul Islamiyah Angkat Bicara Soal Isu Naik Haji ke Gunung Kerinci

- Jumat, 24 September 2021 | 22:04 WIB
KH. Abdul Karim Djamak - Pendiri Jam'iyyatul Islamiyah
KH. Abdul Karim Djamak - Pendiri Jam'iyyatul Islamiyah

HALUANPADANG.COM - Masyarakat Sumatera Barat dibuat heboh dengan pemberitaan adanya aliran kepercayaan di Kabupaten Pasaman Barat yang melaksanakan ibadah haji ke Kerinci, Jambi.

Kelompok tersebut bernama Jamiatul Islamiyah, yang sebenarnya bukanlah kelompok baru. Dari informasi yang kami peroleh Jamiatul Islamiyah bernama Jam'iyyatul Islamiyah. Kelompok ini merupakan organisasi keagamaan yang didirikan oleh KH. Abdul Karim Djamaik tahun 1974.

Berbekal informasi pertemuan Ketua MUI Pasaman Barat Buya Darmansyah dengan perwakilan Jamiatul Islamiyah kami berhasil menghubungi Donni Rusdian yang merupakan Ketua DPD Jamiatul Islamiyah, Pasaman Barat.

Baca Juga: MUI Pasaman Barat Berikan Tanggapan Mengenai Aliran Kepercayaan Yang Naik Haji ke Gunung Kerinci

Melalui sambungan telepon Donni menegaskan bahwa Jamiatul Islamiyah adalah sebuah organisasi. Bukan kelompok agama atau tarekat.

"Kami ini organisasi, mulai ada di Pasaman Barat itu sejak tahun 2003. Namun, secara resmi oleh organisasi itu tahun 2007. Jadi, kami ada di Pusat, Provinsi dan Kabupaten," jelas Donni.

Lebih lanjut Donni juga menyatakan keresahannya terhadap informasi negatif yang beredar mengenai Jamiatul Islamiyah. Ia khawatir jika informasi ini terus beredar bisa terjadi tindak kekerasan.

"Kami juga resah dengan informasi yang beredar. Takutnya kalau seperti ini kan nanti kami jadi sasaran tindak kekerasan," terang Donni.

Baca Juga: Cegah Gesekan, Dua Aliran Kepercayaan di Pasaman Barat Dalam Pengawasan PAKEM

Kepada haluanpadang.com Donni mengatakan informasi negatif yang beredar mengenai Jamiatul Islamiyah tidaklah benar, termasuk mengenai ibadah haji ke Gunung Kerinci. Doni menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Jamiatul Islamiyah di Kerinci hanya ziarah kubur kepada ulama mereka.

"Mana ada begitu. Kalau nggak percaya cek aja, mana ada Ka'bah di sana. Kami ke sana semata hanya ziarah kubur, mengunjungi makam KH Abdul Karim Djamak pendiri organisasi kami," tegas Donni.

Donni menjelaskan memang aktivitas itu dilakukan pada 10 Dzulhijjah lantaran merupakan hari meninggalnya KH Abdul Karim Djamak.

"Jadi, kami datang ke sana. Paginya kami shalat Idul Adha berjama'ah. Lalu ziarah dan malamnya ada wirid gabungan. Bahkan saat covid-19 sekarang kami wirid gabungan via zoom. Jadi nggak benarlah kalau kami naik haji ke sana," jelas Donni.

Hubungan Dengan Masyarkat

Kelompok Jamiatul Islamiyah di Pasaman Barat sendiri berada di daerah Air Bangis. Bahkan saat ini mereka sudah mempunyai Mushalla sendiri untuk beribadah.

Donni menceritakan saat ini Jamiatul Islamiyah diterima dengan baik oleh masyarakat dan hubungan dengan tokoh setempat juga baik.

"Bahkan pada saat mushalla itu dibangun, semua tokoh masyarakat kita undang. Wali jorong, wali nagari, semua kita undang kok," jelas Donni.

Ketika ditanya mengenai aktivitas pengajian yang dilakukan dari rumah ke rumah, Doni juga menjelaskan bahwa itu dilakukan dulu ketika belum memiliki Mushalla.

"Jadi aktivitas dari rumah ke rumah itu sebelum kita punya mushalla. Kalau sekarang kita terbuka kok, nggak ada yang kita sembunyikan," kata Donni.

Doni juga menegaskan kalau Mushalla yang dibangun bukan hanya untuk kelompok Jamiatul Islamiyah.

"Bebas saja, siapapun boleh beribadah di Mushalla tersebut," tegas Donni.(*)

 

Halaman:

Editor: Emen HLN

Tags

Terkini

Bejat, Pria Di Agam Tega Cabuli Anak Kandung Sendiri

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:03 WIB
X