Masjid Asasi, Sejarah Spritiual dan Keindahan Islam di Ranah Minang

- Rabu, 22 September 2021 | 08:45 WIB
Masjid Asasi
Masjid Asasi

Secara umum, komponen bahan bangunan masjid terbuat dari kayu, mulai dari dinding, lantai, dan tiang penyangga. Ruang utama ditopang oleh delapan tiang penyangga dan sebuah tonggak macu di tengah. Tonggak macu berukuran lebih besar dari tiang-tiang lainnya.

Baca Juga: PLN Perbaikan Jaringan, Sejumlah Wilayah di Sumbar Alami Pemadaman Bergilir, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Bangunan masjid ini terletak pada bentuknya yang peregi empat, lantainya yang rata. Selain dari lantainya yang rata, hal ini memiliki makna bahwa setiap manusia memilikikedudukan yang sama dimata Allah.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, namun masjid yang khas dengan ukirannya ini juga sarat akan sejarah. Masjid Asasi pernah dijadikan sebagai basis pengembangan Islam terutama mengembangkan Madrasah Thawalib Gunuang. Tokoh-tokoh seperti Buya Hamka pernah menggelar pengajian di sini.

Sejak didirikan, konstruksi masjid tidak mengalami kerusakan berarti, walaupun dilanda gempa besar pada 1926 dan 2009. Pemugaran yang dilakukan berupa penggantian atap ijuk dan dinding tidak mengubah keaslian bentuk masjid.

Baca Juga: Kisah Ustadz Syaid Chaniago, Diserang Orang Depresi dan Diselamatkan Jamaah Emak-Emak

Sarat akan sejarah dan bentuknya yang unik, Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai benda cagar budaya di bawah Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.

 

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

Dicari !! Ayah Pemerkosa Anak Kandung Di Pasaman

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:38 WIB
X