Terkait Polemik Surat Sumbangan, Mahyeldi Akui Tak Periksa Surat Yang Masuk

- Sabtu, 18 September 2021 | 19:10 WIB

HALUANPADANG.COM - Polemik mengenai surat permintaan Sumbangan bertandatangan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) belum usai. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar berencana mengajukan hak angket atas kasus ini.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak lima orang diamankan oleh pihak kepolisian lantaran dilaporkan karena meminta sumbangan untuk pembuatan buku berjudul "Sumatera Barat, Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan" menggunakan surat bertanda tangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Kelimanya sempat dilepaskan pihak kepolisian karena mengira surat tersebut palsu. Namun setelah dicek kembali ternyata surat permintaan sumbangan bertandatangan Gubernur tersebut asli kelima orang peminta sumbangan tersebut kembali ditahan.

Melalui detik.com pada hari jum'at 17 september 2021, Gubernur Mahyeldi buka suara mengenai polemik yang menyeret namanya tersebut. Dalam video berdurasi 45 menit 57 detik tersebut Mahyeldi mengakui memang terkadang tidak sempat memeriksa secara detail surat yang masuk.

"Karena banyaknya surat dan segala macamnya itu, kita memang kadang-kadang tidak sempat untuk melihat secara detail karena biasanya sudah melalui tahapan-tahapan yang ada," terang Mahyeldi.

Salah satu sumber dari haluanpadang.com yang tidak ingin disebutkan namanya juga menyebutkan biasanya Gubernur Mahyeldi memang tidak mengecek isi surat jika surat tersebut datang dari orang yang memang sudah dipercaya.

"Buya biasanya memang begitu. Beliau nggak akan cek lagi suratnya kalau memang surat tersebut datang dari orang yang sudah dipercaya," terang sumber haluanpadang.com.

Saat ini kasus surat sumbangan bertanda tangan Gubernur ini masih dalam penyidikan Kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatan saat ini kepolisian sudah memeriksa 14 saksi terkait kasus ini.

"Sudah ada 14 orang yang kita periksa dan masih tetap berlanjut," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda dikutip dari detik.com.

Saksi yang diperiksa mulai dari Sekda Sumbar, Hansastri, yang juga mantan Ketua Bappeda Sumbar hingga Eri Santoso yang disebut sebagai 'orang dekat' Mahyeldi yang menghubungkan kelima pelaku dengan Gubernur.

Kepolisian sendiri menyebutkan kasus ini bukan tentang pidana penipuan karena surat permintaan sumbangan tersebut terbukti asli. Bahkan pelaku sudah berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 170 juta dari berbagai pihak yang dimintai sumbangan.(*)

Halaman:

Editor: Emen HLN

Terkini

Dicari !! Ayah Pemerkosa Anak Kandung Di Pasaman

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:38 WIB
X