Tahanan Rutan Anak Air Gantung Diri Usai Keluhkan Hilang Indera Perasa dan Penciuman

- Jumat, 10 September 2021 | 13:36 WIB
Ilustrasi gantung diri. (Pixabay)
Ilustrasi gantung diri. (Pixabay)

HALUANPADANG.COM - Seorang tahanan rutan Klas IIB Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang meninggal dunia akibat gantung diri di ruangan isolasi klinik, Rabu (8/9) malam WIB.

Tahanan tersebut diketahui bernama Junfadli (24). Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumbar, Muhammad Ali Syeh Banna mengatakan, ia adalah tahanan kasus pencurian yang sedang menjalani proses persidangan.

"Ia adalah tahanan hakim yang masih dalam proses sidang," katanya.

Ali menyebutkan, jenazah Fadli pertama kali ditemukan oleh petugas jaga sekitar pukul 20:00 WIB. Saat ditemukan, jenazah Fadli tampak tergantung oleh celananya yang diikatkan ke salah satu bagian ruangan.

Sebelum ditemukan gantung diri, Ali menjelaskan, Fadli mengeluhkan kehilangan indera perasa dan indera penciuman.

"Sebelum masuk ruang isolasi klinik rutan, ia sempat dites antigen namun hasilnya nonreaktif. Tapi demi memastikan positif atau tidaknya Covid-19, ia kemudian diminta untuk isolasi," ungkap Ali.

Selama di ruangan itu, Ali menilai Fadli tampak biasa saja, tidak menunjukkan gejala depresi ataupun lainnya.

"Esok harinya tepatnya Rabu, Fadli bahkan sempat berinteraksi dengan tahanan lain yang ada di sebelah ruangannya. Kemudian malamnya sudah ditemukan gantung diri," papar Ali.

Kapolsek Koto Tangah, AKP Afrino menyebutkan, kejadian Fadli diduga murni bunuh diri.

"Korban sempat kami bawa ke RSUP M Djamil untuk visum luar. Hasilnya dugaan sementara kami ia meninggal karena murni bunuh diri. Namun kami masih melakukan penyelidikan lebih dalam," katanya.(*)
.

Halaman:

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Dicari !! Ayah Pemerkosa Anak Kandung Di Pasaman

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:38 WIB
X