INFOGRAFIS: Ini Penyebab Jokowi Kembali Sorot Sumbar

- Selasa, 7 September 2021 | 19:38 WIB
Joko Widodo, Orang Nomor 1 Indonesia. (Foto: Portal Republik/ Hamiarso T.K)
Joko Widodo, Orang Nomor 1 Indonesia. (Foto: Portal Republik/ Hamiarso T.K)

HALUANPADANG.COM - Sumatera Barat (Sumbar) kembali mendapat sorotan dari Presiden Jokowi. Kali ini, yang disorot adalah kinerja pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan Covid-19.

Kinerja yang disorot Presiden Jokowi, adalah upaya penyebaran vaksin di tengah masyarakat. Jokowi memandang, akselerasi Sumbar dalam penyebaran vaksin masih rendah. Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), saat konfrensi pers online, Senin (6/9/2021) malam.

“Bapak Presiden memberi perhatian kepada Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara dan Papua,” ucap Erlangga.

Sorotan itu dikarenakan, angka vaksinasi di Sumbar jauh lebih rendah dari angka rata-rata vaksinasi secara nasional. “Angkanya masih lebih rendah daripada angka rata-rata vaksinasi nasional,” tutur Erlangga.

Dikutip dari situs covid19.go.id, terhitung hingga 6 September 2021, program vaksinasi Covid-19 nasional telah mencapai 32,1 persen dari total jumlah sasaran 208 juta jiwa, termasuk untuk penduduk lanjut usia, yang capaian angka vaksinasi baru berkisar 20 persen. Capaian ini hasil peran aktif seluruh pihak, dari alumni perguruan tinggi, institusi swasta, organisasi sosial maupun TNI-Polri.

Katadata.co.id merangkum, cakupan vaksinasi dosis pertama hingga Minggu, (5/9/2021) masih di angka 17,13 persen. Angka ini setara dengan 755,14 ribu peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 4.41 juta orang. Sementara untuk vaksinasi dosis dua telah tercapai 9,71 persen dari target.

Berdasarkan kelompok sasaran, rincian vaksinasi untuk menangkal virus Covid-19 di provinsi ini yakni kelompok SDM kesehatan dengan target 32,39 ribu peserta. Pada dosis 1, berhasil dilakukan vaksinasi sebanyak 32,39 ribu jiwa (107,92 persen target) dan untuk vaksinasi dosis 2 telah tercapai 99,3 persen atau 32,16 ribu jiwa.

Vaksinasi ke petugas publik dengan target 400,27 ribu jiwa. Vaksinasi dosis 1 dilaporkan telah mencapai 503,13 ribu jiwa (125,7 persen target) dan dosis 2 dengan capaian 70,78 persen atau berhasil tersalurkan sebanyak 283,3 ribu jiwa.

Kemudian vaksinasi ke lansia menarget sebanyak 489,57 ribu jiwa. Untuk dosis 1, telah diberikan kepada 32,46 ribu jiwa (6,63 persen target). Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 baru tercapai 3,85 persen atau 18,84 ribu jiwa.

Halaman:

Editor: Erlangga Aditya

Tags

Terkini

Tahun 2022, Pemerintah Tiadakan Lowongan CPNS

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:52 WIB
X