Aljabar Strategic : Tahun 2024 adalah Eranya Anak Muda Sumbar di Politik

- Senin, 26 Desember 2022 | 09:55 WIB
Arifki Chaniago
Arifki Chaniago

HALUANPADANG.COM - Pemilu 2024 salah satu momentum politik yang baik bagi anak muda Sumatera Barat. Momentum Pemilu serentak di Februari 2024 dan Pilkada serentak di November 2024, kesempatan yang bisa dimaksimalkan oleh figur-figur muda yang telah aktif diberbagai organisasi untuk maju di legislatif dan kepala daerah.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menjelaskan bahwa ada beberapa alasan yang menjadi latarbelakang bahwa kesempatan anak muda Sumbar baik di politik di tahun 2024. Pertama, tahun 2024 boleh dikatakan pertandingan terakhir generasi Boomers. Generasi yang lahir dari tahun 1946-1964 ini memaksimalkan kesempatan terakhir atau mempersiapkan kaderiasi sebagai penerus jalannya di politik.

“Anak-anak muda potensial di sumbar sudah seharusnya segera mengambil tempat di tahun 2024. Peluangnya ada di legislatif dan Pilkada. Di tahun 2024 nanti kita melihat peluang anak-anak muda sebagai anggota DPRD atau DPR RI. Selain itu, kesempatan untuk maju di Pilkada juga harus dimaksimalkan. Perebutan posis Walikota Padang 2024, yang sudah memunculkan beberapa nama potensial juga memberikan pengaruh ke daerah lain, seperti Bukitinggi, Payakumbuh dan kabupaten lain”, ujar Arifki dalam keterangannya, Senin (26/12/2022).

Baca Juga: Audiensi Terkait KUHP dengan BEM-SB, Supardi: DPRD Sumbar Sejalan dengan Masyarakat

Jika anak-anak muda yang berlatar belakang OKP, HIPMI, pengusaha, dan kelompok aktivis lainnya ingin memaksimalkan peluang ini di 2024. Pendekatan baru di politik tentu perlu. Pertama, generasi muda harus berubah dari politisi lama. Berubah bukan berarti membentuk antitesa sendiri, tetapi beradaptasi dengan hal-hal baru untuk mendekatkan diri kepada pemilih baru yang secara isu dan budayanya juga sudah berbeda. Kedua, pemahaman politik generasi pemilih juga ikut menentukan anak-anak muda yang terjun ke dunia politik diterima atau tidak. Meskipun politisi generasi X (kelahiran 1965-1976) masih eksis di politik dan memiliki infrastruktur politik yang kuat. Jika berjauhan dengan anak-anak muda, maka juga harus siap ditinggalkan pemilih di tahun 2024.

Selain itu, pemanfaatan media dan strategi politiknya juga perlu berubah. Anak-anak muda itu terutama generasi Y dan Z sangat menyukai kemerdekaan, kebebasan, dan kesetaran. Jika maju sebagai tokoh muda di politik tetapi masih sangat elite dan susah dihubungi. Maka, tidak ada ubahnya politisi generasi Y dengan kehawatiran anak-anak muda terhadap politisi yang berjarak dengan masyarakat dan anak-anak muda.

“Perubahan strategi dan cara pandang politik akan menjadi peluang besar bagi anak-anak muda sumbar yang maju di politik tahun 2024. Cara pandang itu tidak melawan sesuatu yang sudah ada, tetapi beradaptasi dengan zaman dan kebutuhan dari pemilih itu sendiri sangat penting”, tutup Arifki.

Baca Juga: Tips Makeup untuk Akhir Tahun, Agar Tampil Anggun

***

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Terpopuler

X