Belasan Ribu Tanda Tangan Desak Luhut Buka Big Data Tunda Pemilu

- Kamis, 7 April 2022 | 13:43 WIB
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (ist)
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (ist)

Haluan Padang - Melalui laman change.org, sebanyak 12 ribu orang sudah membubuhi tanda tangan dalam sebuah petisi untuk mendesak Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan untuk membuka data pendukung penundaan Pemilu 2024.

Petisi ini dibuat untuk meminta Luhut agar bersikap transparan soal big data 110 juta orang Indonesia yang diklaim mendukung penundaan pemilu. Pembuat petisi ini adalah Alumni Sekolah Antikorupsi atau disingkat SAKTI.

SAKTI berpendapat bahwa Luhut harus melakukan transparansi karena menjadi bagian dari informasi publik yang diatur pasal 1 angka 2 UU Nomor 14 Tahun 2008 (UU KIP).

Baca Juga: Presiden Larang Menteri Bicara Penundaan Pemilu, Begini Respons Puan

Ternyata, petisi ini mendapat dukungan penuh dari publik. Sudah ada 12.757 orang yang menandatangani petisi dukungan agar Luhut Binsar membuka big data hingga Rabu (6/4/2022) sore.

Diketahui, wacana penundaan pemilu masih menjadi pembahasan panas di masyarakat, terutama media sosial. Wacana ini semakin memanas ketika Luhut Binsar membuat pernyataan kontroversial.

Luhut pernah mengklaim ada 110 juta orang di media sosial yang setuju bahwa Pemilu 2024 ditunda. Ratusan juta orang yang disebut sebagai "big data" ini diklaim menginginkan Presiden Joko Widodo memperpanjang masa jabatannya.

Baca Juga: Pengamat Prediksi Parpol Yang Usul Penundaan Pemilu Bakal Kena Karma di Tahun 2024

Klaim ini bukan sekadar mendapat penolakan dari masyarakat umum. Para elit politik pun turut menyoroti klaim Luhut Binsar. Salah satunya Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang meminta Luhut Binsar mengklarifikasi pernyataan tersebut.

Halaman:

Editor: Hajravif Angga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Moeldoko : Cukup, Akhiri Wacana Jokowi 3 Periode

Kamis, 7 April 2022 | 14:38 WIB
X