Luhut Harus Buka Big Data! Petisi SAKTI Didukung Belasan Ribu Netizen

- Rabu, 6 April 2022 | 04:20 WIB
Ilustrasi. Petisi SAKTI (change.org)
Ilustrasi. Petisi SAKTI (change.org)

 

Haluanpadang.com - Petisi yang digalang Alumni Sekolah Antikorupsi (SAKTI) mendapat dukungan hampir 15 ribu netizen. Dalam petisi itu SAKTI mendesak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan harus membuka big data yang katanya 110 juta warga mendukung penundaan Pemilu 2024.

Dalam petisi tersebut, SAKTI juga menyampaikan bahwa Luhut perlu membuktikan klaim big datanya dengan bukti yang valid. Hal itu agar masyarakat tidak menelan informasi yang menyesatkan.

"Pernyataan Luhut soal big data ini harus didukung dengan bukti yang valid agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan bagi masyarakat," demikian bunyi petisi tersebut, dikutip dari situs Change.org, Rabu (5/4/2022).

Baca Juga: Viral! Kabar Aurel Hamil Lagi, Atta Halilintar Emang Topcer dah

 "Terlebih, hasil survei yang menggunakan metode ilmiah yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga justru menunjukkan hasil yang berbanding terbalik dengan pernyataan Luhut," tulis SAKTI dalam pengantar petisi itu.

SAKTI selanjutnya juga mengecam keengganan Luhut membeberkan data miliknya tersebut. Sebab, menurut pencetus petisi, apa yang disampaikan Luhut sudah menjadi bagian dari informasi publik sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 2 UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lebih lanjut, SAKTI juga turut menyinggung soal kontroversi Luhut dengan dua aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti. Dalam masalah tersebut, Luhut mempersoalkan statement dari Haris dan Fatia yang menurut SAKTI telah berdasarkan hasil kajian yang komprehensif.

"Kini waktunya kita menagih hal yang sama kepada Luhut. Buka transparansi big data yang menunjukkan 110 juta masyarakat mendukung penundaan pemilu," tulis SAKTI.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Moeldoko : Cukup, Akhiri Wacana Jokowi 3 Periode

Kamis, 7 April 2022 | 14:38 WIB
X