Megawati Kembali Sentil Sumatera Barat dan Pudarnya Tradisi Musyawarah Mufakat

- Senin, 10 Januari 2022 | 16:18 WIB
 Potret Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.  (Foto sumber / Antara/HO-PDI Perjuangan)
Potret Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto sumber / Antara/HO-PDI Perjuangan)

HALUAN PADANG - Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Megawati Sukarno Putri menyinggung soal mulai memudarnya nilai-nilai tradisional di tingkat lokal yang ada di Indonesia. 

Dalam pidato pada HUT ke-49 yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube resmi PDIP,  @PDI Perjuangan, Senin 10/1/2022, ia mencontohkan Provinsi Sumatera Barat yang identik dengan Minangkabau.

Baca Juga: Kepala Daerah Diminta Evaluasi dan Laporkan Secara Berkala PTM 100 Persen

Megawati mempertanyakan kenapa Sumatera Barat yang dikenal dengan tradisi musyawarah mufakat sudah berubah?

“Pertanyaan saya, kan kita sebetulnya berbeda ya, artinya Bhineka Tunggal Ika, tapi sebetulnya kita punya tradisi ninik mamak lho," kata Megawati.

Baca Juga: Paripurna Hak Angket Surat Sumbangan Gubernur Sumbar Gugur, 3 Fraksi Pengusul Undur Diri

Menurutnya, persoalan tersebut sudah pernah ia diskusikan dengan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Ahmad Syafii Maarif. Ia mendikusikannya dengan Ahmad Syafii Maarif yang berasal dari Sumbar dan beretnis Minang. 

 "Saya sering bicara dengan Buya Syafii Maarif karena beliau juga di Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, saya tanya kenapa sih Sumatera Barat kembali berubah ya Buya? Sudah tidak adakah yang namanya tradisi bermusyawarah mufakat oleh ninik mamak itu,” lanjutnya.

Baca Juga: Sawahlunto Menerima Penghargaan Berkat Capaian Vaksin 100 Persen

Halaman:

Editor: Randi Reimena

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Moeldoko : Cukup, Akhiri Wacana Jokowi 3 Periode

Kamis, 7 April 2022 | 14:38 WIB
X