Peluang Terbentuknya Koalisi PDIP-Gerindra di Pilpres 2024 Makin Terbuka

- Selasa, 30 November 2021 | 11:56 WIB
Duet Prabowo-Puan dikatakan sulit menang, karena umat Islam khususnya pendukung HRS sudah kecewa  (dok, merdeka.com)
Duet Prabowo-Puan dikatakan sulit menang, karena umat Islam khususnya pendukung HRS sudah kecewa (dok, merdeka.com)


HALUAN PADANG - Peluang terbentuknya koalisi Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Presiden 2024 mendatang berhembus makin kencang. Sejumlah relawan telah mendeklarasikan dukungannya untuk Prabowo-Puan di 2024. Pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (17/11), memperbesar kemungkinan kedua partai bakal berkoalisi untuk 2024.

Peluang terbentuknya koalisi partai yang menjadi seteru di dua Pilpres lalu makin terbuka setelah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan pernyataan soal hubungan kedua partai dalam acara peresmian Kantor DPC Gerindra di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/11).

Dalam acara peresmian yang dihadiri sejumlah pengurus DPD PDIP Jateng dan juga DPC PDIP Kota Semarang itu, Muzani menyatakan secara terang-terangan bahwa dua kekuatan besar, yaitu Gerindra dan PDIP, harus bersatu demi membangun Indonesia.

Baca Juga: Relawan Kembali Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Puan

"Secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau, tidak mungkin satu kekuatan bisa menjangkau seluruhnya. Itulah yang menyebabkan semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan. PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar," kata Muzani seperti dikutip dari Tirto.

Muzani juga menyinggung soal salah satu cita-cita partai yang belum terwujud sampai saat ini yaitu menjadikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Ia juga mengingatkan agar kedua belah pihak menghindari pertengkaran dan mulai bekerjasama sama.

"Kita sama-sama bercita-cita membangun Indonesia dan kita sama-sama membela kepentingan rakyat. Kenapa kita tidak bekerjasama untuk mencapai tujuan itu. Untuk apa kita pengkerengan (bertengkar) yang membuat kegaduhan, padahal kita bisa bekerjasama," kata Muzani.

Baca Juga: Relawan Usulkan Duet Prabowo-Puan untuk Pilpres 2024

Muzani juga mengingatkan kembali soal koalisi Gerindra dan PDIP di masa lalu dan menekankan keinginan Gerindra untuk dapat bekerjasama kembali.

"Kita pernah mengalami fase naik turun dalam hubungan dengan PDIP. Kita pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dan ke depan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," imbuhnya. (*)



Halaman:

Editor: Randi Reimena

Artikel Terkait

Terkini

Nama Anak Jokowi Masuk Dalam Bursa Pilgub DKI

Minggu, 9 Januari 2022 | 14:11 WIB

Pengurus ISMI Sumbar Resmi Dilantik, Ini Nama-Namanya

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:45 WIB

Jokowi Ingatkan Polri: Jangan Dikit-dikit Tangkap

Jumat, 3 Desember 2021 | 18:51 WIB
X