Mengenal Mardani H Maming: Dulu jadi Bupati Diusia 28 Tahun, Kini Kandidat Capres Partai Pemenang

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 23:51 WIB
Mardani H Maming ketika bertemu Presiden Jokowi/Klikkalsel.com
Mardani H Maming ketika bertemu Presiden Jokowi/Klikkalsel.com

HALUANPADANG.COM – Nama Mardani H Maming tiba-tiba melambung di kancah politik nasional. Orang-orang membicarakannya setelah Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyebut namanya ketika berbicara tentang bursa calon presiden (Capres) yang akan diusung partai pemenang tersebut. Siapa Mardani H Maming sebenarnya?

Barangkali, di sudut-sudut Sumatera, terutama di kalangan tua, nama Mardani H Maming memang belum akrab di telinga. Namun, di mata anak muda, terutama pengusaha-pengusaha muda, Mardani adalah panutan. Dia adalah gambaran anak muda yang mampu mematahkan dogma, kalau dunia usaha adalah dunia orang-orang tua. Mardani merupakan pengusaha sukses yang merangkak dari bawah. Kini dia menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).

Soal politik, Mardani juga bukan anak kemarin sore. Usianya memang baru 40 tahun. Mardani lahir 17 September 1981. Namun soal politik dia sudah kenyang. Di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Mardani dipandang sebagai politisi ulung. Pernah menjadi anggota DPRD periode 2009–2010, Mardani juga dua periode memimpin Tanah Bumbu (2010 – 2019). Bahkan, amanah sebagai bupati dia sandang ketika masih berusia 28 tahun. Usia muda itu membuatnya masuk rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai bupati termuda periode itu. Di masanya, Tanah Bumbu mampu bangkit.

Baca Juga: Mardani H Maming Masuk Bursa Capres 2024 dari PDIP

Mardani berhasil membawa Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu daerah termaju di Kalimantan Selatan. Ia dinilai berhasil meningkatkan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia melalui pendidikan, dan pembangunan ekonomi, serta memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Atas prestasi itu, pada 2013 ia memperoleh penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri. Berbagai prestasi itu mengantarkan Mardani terpilih kembali sebagai bupati pada untuk periode 2016-2021. Setahun kemudian ia mendapat penghargaan sebagai Leader Award 2017 dari Kementerian Dalam Negeri. Namun, pada 2018, ia memilih mengundurkan diri dengan hormat saat memasuki tahun kedua kepemimpinannya untuk visi ke depan yang lebih besar.

Jejaknya itu pula yang barangkali membuat PDI Perjuangan memasukannya ke dalam bursa capres. Mardani memang pantas masuk ke bursa itu. Dia muda, gesit, dan berpikir untuk kemajuan. Sosok seperti dia dianggap cocok menjadi suksesor Presiden Jokowi yang akan mengakhiri jabatannya pada 2024 nanti.

Mardani H Maming

Mardani disebut Hasto lahir dari kaderisasi yang ketat untuk menjadi pemimpin hebat. Dia tidak muncul tiba-tiba, namun melangkah setapak demi setapak. Setidaknya, Mardani berada di jajaran 11 kader PDI Perjuangan yang matang. Selain Mardani, 10 nama lainnya yang lahir dari kaderisasi ketat. Yakninya, Presiden Jokowi, Prananda Prabowo, Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, dan Sultan Riska.

Nama besar yang disandang Mardani H Maming hari ini adalah buah dari perjuangannya berbelas-belas tahun. Dia mengorbankan banyak hal.  Kehilangan waktu bermain, kehilangan pergaulan. Kala muda, dia lebih memilih menenggelamkan hidup pada kerja keras daripada nongkrong sesame besar. Pada usia 17 tahun, Mardani sudah membuka jalan sukses dengan menekuni dunia usaha.

Halaman:

Editor: Bhenz Maharajo

Tags

Terkini

Jokowi Ingatkan Polri: Jangan Dikit-dikit Tangkap

Jumat, 3 Desember 2021 | 18:51 WIB

Sah! Nanda Satria Terpilih Jadi Ketua KNPI Sumbar

Senin, 8 November 2021 | 20:12 WIB
X