Bendera Merah Putih Tidak Bisa Berkibar di Thomas Cup 2020, LADI Dituding Bikin Malu Indonesia

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:03 WIB
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia merayakan juara piala Thomas 2021 usai mengalahkan China di babak final. (Twitter/INABadminton)
Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia merayakan juara piala Thomas 2021 usai mengalahkan China di babak final. (Twitter/INABadminton)

HALUANPADANG.COM — Setelah kontingen Indonesia tidak bisa kibarkan bendera nasional di ajang Piala Thomas, anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengkritik keras kinerja LADI. Ia menyebutkan bahwa kinerja yang tidak profesional merusak nama baik Indonesia.

Meski memenangkan Piala Thomas, bendera Indonesia tidak bisa berkibar di gelaran tersebut akibat sanksi yang dijatuhkan BWF. Sanksi tersebut dijatuhkan karena Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) dianggap tidak patuh terhada regulasi Badan Antidoping Dunia (WADA).

LADI melanggar regulasi dengan tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada 2020.

Alasannya, kebanyakan kompetisi olahraga di Indonesia tidak aktif selama pandemi, sehingga tidak bisa memenuhi tuntutan dari WADA yang meminta 700 sampel.

Karena sanksi tersebut, Indonesia masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia namun tidak boleh mengibarkan bendera nasional. Pengecualian berlaku apabila Indonesia berlaga di Olimpiade.

Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan mengkritik kinerja LADI.

Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia disebabkan oleh hal sepele, yakni kurang efektifnya urusan administrasi surat menyurat.

“Apa sulitnya LADI sebagai lembaga anti-doping Indonesia mengirimkan surat kepada WADA untuk memberitahu bahwa kompetisi olahraga di Indonesia banyak yang terhenti sehingga LADI tidak bisa memenuhi ketentuan 700 sampel," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi.

Halaman:

Editor: Emen HLN

Terkini

Taekwondo Sumbangkan Medali Emas Kedua Sumbar

Senin, 4 Oktober 2021 | 19:58 WIB
X