Ada Indikasi AS Bakal Ngebom Rusia dan China dari Bulan, Reaktor Nuklir Sedang Disiapkan

- Senin, 27 Juni 2022 | 09:15 WIB
Ilustrasi nuklir.  (Pixabay)
Ilustrasi nuklir. (Pixabay)

HALUAN PADANG - Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) mengumumkan rencana untuk menempatkan reaktor nuklir di bulan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi untuk mengubahnya menjadi pembangkit listrik.

Namun misi ini dicurigai sebagai langkah AS untuk membom Rusia dan China dari bulan. NASA sendiri telah memilih tiga proposal konsep desain untuk sistem tenaga yang akan diluncurkan pada akhir dekade berikutnya.

Ini akan diuji oleh astronot yang akan pergi ke permukaan bulan di bawah program Artemis. Stasiun tersebut diharapkan dapat mendukung keberadaan manusia di bulan.

Tiga proposal konsep telah diberikan kepada Lockheed Martin, Westinghouse dari Cranberry Township di Pennsylvania dan IX dari Houston, Texas yang merupakan perusahaan patungan dengan Intuitive Machines dan X-Energy.

"Teknologi baru mendorong eksplorasi kami ke bulan, Mars, dan sekitarnya," terang Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.

Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat sudah mengingatkan Presiden AS Joe Biden terhadap kemungkinan serangan China terhadap aset luar angkasa mereka. Apalagi saat ini China memiliki rudal yang dapat diluncurkan dari darat ke luar angkasa untuk menghancurkan satelit yang ada di luar angkasa.

Kepala Angkatan Luar Angkasa AS, John Raymond mengklaim Beijing telah membangun sejumlah besar teknologi luar angkasa yang dapat memerangi satelit AS. Ini termasuk jammer reversibel dari sistem GPS AS, yang menyediakan navigasi dengan ketepatan waktu dan komunikasi satelit.

Raymond mengatakan, China memiliki rudal yang dapat diluncurkan dari darat dan menghancurkan satelit. "Saya yakin bahwa kemampuan yang mereka kembangkan ini akan digunakan oleh mereka dalam upaya mereka dalam setiap potensi konflik," katanya seperti dikutip Express.co.uk.

Seperti diketahui, Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini merupakan pesaing terbesar Joe Biden saat perlombaan antariksa baru dibuka.

Mereka berdua bekerja pada teknologi anti-satelit serupa yang membuat para pemimpin militer waspada. Itu karena komunikasi dan satelit GPS adalah kunci operasi militer di banyak negara.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: sindonews.com

Tags

Terkini

X