Hanya dengan 'Bukti Rahasia', 600 Warga Palestina Ditahan Israel Tanpa Alasan

- Rabu, 4 Mei 2022 | 11:36 WIB
Pasukan Israel menangkap warga Palestina.  (©Ammar Awad/Reuters)
Pasukan Israel menangkap warga Palestina. (©Ammar Awad/Reuters)


HALUANPADANG - Israel menangkap sekitar 600 warga Palestina tanpa proses hukum, dan ini merupakan angka tertinggi sejak 2016, menurut kelompok HAM Israel, HaMoked. HaMoked yang secara rutin mengumpulkan data dari otoritas penjara mengatakan pada Senin, sampai Mei ada 604 tahanan yang ditahan di lapas administratif. Dari 604 itu hampir seluruhnya warga Palestina karena penjara administratif sangat jarang digunakan untuk warga Yahudi.

Mereka yang disebut tahanan administratif ini ditangkap berdasarkan "bukti rahasia". Mereka juga tidak tahu tuduhan atau dakwaan yang dialamatkan pada mereka, serta tidak diizinkan membela diri di pengadilan. Mereka biasanya ditahan selama enam bulan namun dapat diperpanjang menjadi bertahun-tahun.

Israel mengatakan prosedur tersebut memungkinkan pihak berwenang menahan tersangka sembari terus mengumpulkan bukti, namun para pengkritik dan kelompok HAM menyebut sistem itu disalahgunakan secara meluas dan mengabaikan proses hukum.

Baca Juga: Cara Lihat Chat WhatsApp yang Dihapus Tanpa WhatsApp GB

Tentara Israel Tewas Ditembak Kelompok Militan Palestina di Tepi Barat
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (4/5), HaMoked mengatakan 2.441 warga Palestina saat ini dipenjara setelah disidang di pengadilan militer. Sementara sebanyak 1.478 orang ditahan untuk menjalani pemeriksaan, menghadapi dakwaan, dan menunggu persidangan.

Militer Israel belum menanggapi permintaan komentar terkait data terbaru ini.

Terakhir kali Israel menangkap para tahanan administratif ini pada Oktober 2016 setelah meningkatnya serangan yang dilakukan warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan Israel dan di tengah proyek perluasan permukiman ilegal Israel.

Direktur HaMoked, Jessica Montell mengatakan serangan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menangkap ratusan orang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa dakwaan.

Beberapa warga Palestina yang ditahan dalam tahanan administratif ini melakukan mogok makan dalam waktu lama sebagai bentuk protes. Para tahanan administratif dan para pengacaranya juga memboikot pengadilan militer Israel sejak awal tahun ini sebagai bentuk protes. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Merdeka.com

Tags

Terkini

X