Masyarakat Thailand Pilih Daging Buaya Dibanding Babi Karena Lebih Murah

- Rabu, 26 Januari 2022 | 09:50 WIB
ilustrasi daging buaya/ foto: google
ilustrasi daging buaya/ foto: google

HALUAN PADANG- Harga daging buaya lebih murah dibanding harga daging babi, masyarakat Thailand kini memilih untuk konsumsi daging buaya sebagai sumber makanan.

Dilansir dari CNN Indonesia, harga daging buaya ukuran 1kg dibanderol US$2 atau setara Rp28 ribu (kurs Rp14.347 per dolar). Sementara itu, harga daging babi lebih tinggi tiga kali lipatnya, yakni US$6 atau setara Rp86 ribu per kg.

Harga daging babi melonjak karena pasokan menipis. Penurunan stok daging babi disebabkan kasus flu babi Afrika yang tengah merebak di Thailand.

Daging buaya kemudian dipilih sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein. Selain harganya yang murah, daging buaya dinilai memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan daging babi.

Baca Juga: Bupati Solok Hentikan Pembangunan Objek Wisata di Danau Singkarak

Wichai Rungtaweechai, seorang pedagang daging di Thailand mengaku mendapatkan banyak pesanan daging buaya setelah harga daging babi melambung tinggi.

"Awalnya saya tidak tahu bagaimana menangani permintaan. Restoran dan pedagang daging meminta daging buaya dalam jumlah besar dikirim ke mereka. Sementara pelanggan lain yang ingin mencoba daging buaya memesan untuk dibawa pulang," kata Rungtaweecha yang dikutip dari SCMP melalui CNN Indonesia, Rabu (26/1).

Baca Juga: Indonesia Jalin Kerja Sama Investasi dengan Singapura untuk Memulihkan Ekonomi Secepat Mungkin

Flu babi dari Afrika diketahui telah menjadi penyebab jutaan babi di Eropa dan Asia mati dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menyangkal berbulan-bulan, otoritas Thailand mengaku ada infeksi virus yang menyebabkan flu babi di negaranya.

Untuk mengatasi hal ini, ratusan ribu babi di Thailand dimusnahkan.

Halaman:

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X